Akademisi mengatakan, pemerintah harus mengeluarkan peringatan kepada wanita hamil untuk membatasi asupan kopi. Karena selama ini, mereka hanya diingatkan agar menghindari alkohol dan berhenti merokok.
Mereka berpikir kafein dapat merubah DNA dalam sel-sel janin dan membuat mereka lebih rentan terhadap perkembangan tumor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi bagi mereka, wanita yang kecanduan kopi dan minum lebih dari empat cangkir sehari kemungkinan leukimia meningkat jadi 72 persen. Hal tersebut diterbitkan dalam American Journal of Obstetri dan Ginekologi.
Untungnya, bila sudah terdeteksi cukup dini, masih bisa diobatin dengan tari kemoterapi dan kelangsungan hidup sekitar 80 persen.
Studi ini menyimpulkan bahwa konsumsi kopi selama kehamilan dapat meningkatkan resiko leukimia.
Denis Henshaw, profesor Emeritus Professor of Human Radiation Effects at Bristol University mengatakan bahwa ia tidak berpikir perempuan harus meninggalkan kopi saat kehamilan, namun ini sebagai tindakan pencegahan mereka dalam pembatasana supan
"Ini bisa menjadi kurang dari dua cangkir sehari atau bahkan hanya sekali," katanya.
Ia sangat etrkejut dengan temuannya. Lanjutnya, insiden leukimia terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir.
NHS menyarankan ibu hamil membatasi diri untuk 200 miligram kafein sehari atau setara dengan satu setengah cangkir kopi. (rkh/rkh)