Setidaknya itulah hasil penelitian ilmuwan dari Jerman. Mereka menemukan bakteri di dalam hidung manusia yang mampu memproduksi antibiotik yang dapat membunuh beberapa patogen berbahaya, termasuk MRSA.
MRSA adalah singkatan dari Methicilin-resistant Staphylococcus aureus. Ini adalah bakteri yang resistan terhadap antibiotik dan bisa menyebabkan infeksi kulit, tulang, paru, dan jantung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lubang hidung memang bisa menjadi sumber terjadinya infeksi virus. Tapi lubang hidung ternyata adalah ekosistem bagi 50 atau lebih spesies bakteri.
Kebanyakan antibiotik ditemukan dan dikembangkan dari bakteri yang hidup di tanah atau di lingkungan. Temuan ini mengindikasikan potensi microbiome yang ada di tubuh manusia. “Sepertinya tubuh manusia adalah tempat yang tempat untuk mencari antibiotik baru bagi manusia,” kata Peschel.
Bakteri di lubang hidung itu dinamakan Lugdunin. Ia dihasilkan oleh bakteri Staphylococcus lugduensis. Pada percobaan dengan tikus, bakteri ini mampu menangani infeksi kulit yang disebabkan bakteri Staphylococcus aureus.
Mereka juga mendapati bakteri ini mampu menghadapi baktei Gram-positif, termasuk di dalamnya MRSA tadi.
Tapi butuh waktu yang cukup lama sampai hasil penelitian ini diwujudkan jadi antibiotik yang diperjualbelikan. (ded/ded)