Supermoon
Tahun ini, bulan purnama pada bulan Oktober, November dan Desember. Ini merupakan bulan yang sempurna. Menurut EarthSky, peramal Richard Nolle menyebut istilah Supermoon pada lebih dari 30 tahun yang lalu. Istilah mulai digunakan baru-baru ini. Nolle mendefinisikan Supermoon sebagai "bulan baru atau penuh yang terjadi dengan bulan atau pendekatan terdekat dengan Bumi dalam orbit tertentu."
Segmen terakhir dari trifecta Supermoon tahun ini terjadi pada 13 Desember kemarin. Bulan mencapai puncaknya kepenuhannya pada 07:05 WIB, tetapi akan muncul penuh ketika kamu melihat di langit malam sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Supermoon jatuh pada malam yang sama sebagai puncak dari hujan meteor Geminid pada 13-14 Desember Menurut NASA, Geminid adalah “Salah satu yang terbaik dan paling dapat diandalkan dari hujan meteor tahunan." Biasanya mulai sekitar pukul 9 atau 10 malam, sehingga menjadi tontonan favorit anak-anak menjelang tidur. Tetapi karena bertepatan dengan bulan purnama pada tahun 2016, terang bulan akan mengurangi visibilitas hujan meteor itu.
Musim Dingin Solstis
Para astronom mengatakan bahwa titik balik matahari adalah awal resmi musim dingin, tapi ahli meteorologi tidak setuju. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menjelaskan, Musim meteorologi didasarkan pada siklus suhu tahunan, sementara musim astronomi didasarkan pada posisi bumi dalam kaitannya dengan matahari.
Hujan Meteor Ursids
Meteor Ursids memancar dari Big Dipper atau Ursa Minor. Pada 17-23 Desember meteor Ursids akan menghujani bumi dan merupakan waktu terbaik untuk melihat Ursids. Menurut NASA, akan dimulai dari tengah malam pada 21 Desember sampai sekitar pukul 01:00 pada 22 Desember. Ada kemungkinan mereka juga akan aktif pada 23 Desember dan 24 Desember. Siapkah kamu melihat langit Desember yang indah? (ded/ded)