Baru-baru ini digelar acara bertajuk Maulid Nabi Muhammad Saw & Temu Wali Murid dengan tema “Pendidikan Berbasis Pesantren Menuju Siswa Trampil dan Berkarakter”. Acara ini dihadiri oleh Dr. KH. Abuya Busyro Karim M.Si, Bupati Sumenep, sebagai pengisi orasi ilmiah.
Dalam orasinya, bupati yang akrab disapa Buya ini mengetengahkan arti penting generasi muda di masa depan, khususnya generasi muda di kalangan pondok pesantren. “Pondok pesantren adalah ladang mencetak generasi muda berbasis keislaman di mana ilmu dan amal shalih saling bersinergi. Pondok pesantren tidak hanya bertanggungjawab mencerdaskan para santri, tetapi juga membuat mereka berkarakter terpuji,” papar Buya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dengan mencetak generasi berkarakter ulul-albab, ulul-abshor, ulul-ulama, dan ulul-dzikru, maka pondok pesantren akan mampu menjawab tantangan zaman secara nyata. Dengan keempat karakter itu, kerja intelektual akan membuahkan keadilan dan kemashlahatan untuk umat manusia. Masyarakat madani akan tegak,” lanjut Buya.
“Para guru dan wali-murid harus sama-sama mendidik. Pendidikan di sekolah saja tidaklah cukup, tetapi juga harus pendidikan di rumah. Terutama bagi santri yang tidak mondok,” kata ketua yayasan sekaligus pengasuh muda Ponpes Al-In’am ini dalam sambutannya di hadapan para wali murid.