Tak terkecuali Presiden Amerika ke-44, Barack Husein Obama. Pria yang baru saja menyelesaikan masa tugasnya selama delapan tahun menjadi Presiden Amerika ini memiliki kegemaran membaca.
Bagi Obama, buku adalah pemandu baginya dalam membantu menempa jati diri. Di tengah arus informasi yang berserakan, saat menghadapi tekanan politik, baik di dalam maupun luar negeri, buku menjadi sumber berbagai ide dan inspirasi bagi Obama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika dirinya berada pada posisi sulit dalam pengambilan keputusan, Obama membaca sejarah—buku, agar ia dapat mengetahui siapa saja orang-orang yang pernah merasa terisolasi atau terkungkung masalah. Obama pun menyarankan agar tidak lupa untuk membaca buku sejarah sebagai salah satu cara mengenal lebih dekat kehidupan generasi terdahulu.
Bahkan pada musim liburan, Obama tak sungkan untuk membawa banyak buku sebagai “teman” untuk menemani momen liburannya. Hampir setiap momen liburan ketika masih menjadi Presiden, Gedung Putih merilis daftar buku bacaan yang dibaca Obama selama berlibur bersama keluarga dan kerabat dekatnya.
Buku yang dibacanya pun bervariasi, mulai dari buku fiksi hingga buku karya Elizabeth Kolbert berjudul The Sixth Extinction, buku karya Colson Whitehead berjudul The Underground Railroad, dan buku klasik karya Daniel Kahneman berjudul Thinking, Fast and Slow tidak luput dari pantauannya.
Beberapa tulisan klasik dari beberapa tokoh dunia pun menjadi bacaan Obama, seperti tokoh idonya, Abraham Lincoln, aktivis HAM Martin Luther King Jr, tokoh revolusi India Mahatma Gandhi, hingga Bapak Afrika Selatan, Nelson Mandela.
Kegemaran Obama membaca memberinya pandangan tentang visi Amerika kedepan, dimana kekuatan kebersamaan akan menyatu dalam berbagai perbedaan. Manfaat dari kegiatan membaca itu juga yang membuat Obama mampu menulis serta berkomunikasi dengan baik dengan setiap orang yang ia temui.
Begitulah sisi lain seorang Obama, seorang tokoh yang masih meluangkan waktunya untuk membaca buku, menyelami indahnya alam cakrawala. Lalu, apakah Presiden Amerika yang baru, Donald Trump, suka membaca buku? (ded/ded)