Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan kemoterapi, operasi dan radioterapi. Namun, daun sirsak bisa membunuh sel-sel kanker lebih cepat dan aman ketimbang harus melakukan kemoterapi yang memiliki banyak efek samping dan biaya yang sangat mahal.
Prof. Soelaksono Sastrodiharjo, Ph D., menemukan beberapa senyawa aktif yang termasuk ke dalam Annonaceous acetogenin. Acetogenis merupakan senyawa yang memiliki sitotoksik. Senyawa sitotoksik adalah senyawa yang dapat bersifat toksik untuk menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel kanker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daun sirsak ini sangat aman dan efektif secara alami, tanpa adanya efek samping seperti pada kemoterapi. Senyawa acetoginin ini berperan sebagai inhibitor sumber energi untuk pertumbuhan sel kanker. Selain annonaceous acetogenin terdapat kandungan lain pada ekstrak air daun sirsak yang berfungsi dalam menghambat pertumbuhan tumor, yaitu flavonoid, tannin, dan saponin.
Berdasarkan penelitian tersebut bahwa mengkonsumsi air rebusan daun sirsak dan produk olahannya dapat menjadi alternatif dalam pengobatan kanker. Air rebusan daun sirsak dapat menimbulkan efek panas seperti pada kemoterapi, namun air rebusan daun sirsak ini hanya membunuh sel-sel yang abnormal dan membiarkan sel-sel normal tetap tumbuh.
Jadi, bagi anda penderita kanker yang sudah mencoba berbagai macam pengobatan dan kemoterapi, tidak ada salahnya mencoba racikan daun sirsak ini karena tidak menimbulkan efek samping. Untuk pencegahan kanker anda bisa meminum rebusan daun sirsak ini 3 kali dalam seminggu. Setiap pengobatan memiliki kecocokan tersendiri bagi setiap orang.