Menurut Badan Pusat Statistik pertumbuhan penduduk di Indonesia akan terus meningkat hingga pada tahun 2035 jumlah penduduk diprediksi akan mencapai 305,6 juta jiwa dengan sebesar 70 persen merupakan usia produktif.
Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, kini jumlah pengguna Internet sebanyak 112,6 juta jiwa, yang ternyata sebagian besar dari jumlah tersebut merupakan usia 17-23 tahun. Ini menunjukkan bahwa penduduk usia produktif di Indonesia mayoritas merupakan pengguna Internet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena ketika usia produktif lebih banyak dibandingkan usia non-produktif, dengan asumsi bahwa usia produktif memiliki penghasilan, maka angka ketergantungan menurun sehingga beban per kepala keluarga akan menurun. Namun sebaliknya jka bonus demografi ini tidak diberdayakan dengan baik, usia produktif yang menganggur justru akan menambah beban negara.
Di sini saya melihat bahwa teknologi, terutama Internet dapat dijadikan alat yang jitu untuk dapat memberdayakan bonus demografi yang ada. Internet dapat mempermudah para pemuda untuk mengembangkan potensi, ide, kreatifitas, dan gagasan yang dimilikinya hingga dapat direalisasikan dalam bentuk riil.
Misalkan e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya yang memberikan kesempatan bagi para pemuda untuk menjadi pebisnis dengan modal yang tidak terlalu besar. Internet juga dapat dijadikan wadah bagi para pemuda untuk dapat saling berbagi pengalaman atau ilmu yang aplikatif, sehingga memungkinkan munculnya para pebisnis muda yang memberikan lapangan pekerjaan yang cukup untuk menampung bonus demografi yang ada.
Usia muda adalah usia yang produktif.
Jangan sia-siakan waktu muda, karena masa muda adalah masa yang paling optimum. Optimum dalam hal waktu luang, tenaga, semangat, ide, dan banyak hal lainnya.
Lakukanlah lima hal sebelum terwujud lima hal yang lain. Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :
[1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
[2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
[3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
[4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
[5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)