Tanaman yang juga dikenal dengan nama senggani ini banyak tumbuh di hutan atau di daerah perkampungan yang rimbun dan sejuk. Namun sayang, hanya sedikit masyarakat yang mengetahui dan memanfaatkan tanaman harendong ini sebagai alternatif pengobatan.
Soalnya, belum adanya usaha untuk membudidayakan tanaman ini. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk menggali pengetahuan dan beralih menggunakan obat-obat tradisional juga masih rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua bagian tanaman harendong dapat dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit. Daun harendong mengandung beberapa senyawa kimia seperti saponin, tanin, glikosida, steroida/triterpenoida dan flavanoid.
Buahnya bisa dimakan langsung sebagai cemilan sehat dan juga bisa sebagai obat bisul. Akar tanaman harendong juga mengandung zat penyamak (tanin).
Secara keseluruhan tanaman harendong berkhasiat dalam pengobatan berak darah, pendarahan rahim, wasir darah, haid berlebihan, keputihan, disentri basiler, diar, hepatitis, gangguan pencernaan, keracunan singkong, radang dinding pembuluh darah, dan pembekuan (Tromboangitis).
Setelah mengetahui begitu banyaknya khasiat dari tanaman harendong ini, maka hal pertama yang dapat dilakukan adalah membudidayakannya kemudian memanfaatkannya sebagai alternatif untuk pengobatan berbagai penyakit. Sehingga kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan kimia menjadi dapat diminimalisir.