Inilah yang dikerjakan tim peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Drexel, Philadelphia, AS. Mereka menciptakan elektroda yang membuat ponsel bisa diisi penuh hanya dalam beberapa detik. Penelitian mereka diterbitkan di jurnal Nature Energy, baru-baru ini.
Seperti dilansir Science Daily, tim yang dipimpin oleh Yury Gogotsi, PhD. itu berhasil menciptakan elektroda dari material dua dimensi yang sangat konduktif, yang disebut MXene.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Penelitian ini mematahkan dogma bahwa penyimpanan energi berbasis kimiawi macam baterai dan pseudocapacitor, selalu lebih lambat ketimbang penyimpanan fisik yang dipakai pada kapasitor elektronik ber-layer ganda, atau disebut juga superkapasitor,” kata Gogotsi.
Tim itu mendemonstrasikan kemampuan men-charge elektroda MXene yang tipis dalam sepersepuluh detik saja. Ini berkat konduktivitas elektroniknya yang sangat tinggi. Ini akan membuka jalan pengembangan perangkat penyimpanan energi supercepat, yang bisa diisi dengan sangat cepat dan kapasitasnya pun besar.
Sementara supaya pengisiannya lebih cepat, tim itu bekerjasama dengan Maria Lukatskaya dan Sankalp Kota dari MAX/MXene Research Group di Drexel, yang dipimpin oleh Michel Barsoum dan Mengquiang Zhao. Mereka mendesain arsitektur elektroda yang punya banyak macroporosity terbuka. Dengan kata lain, ada banyak “jalan tol” muatan ion menuju “redox active site”, alih-alih satu jalur saja seperti desain yang lama. Artinya, baterai bisa di-charge dengan sangat-sangat cepat.
Tak hanya untuk ponsel atau perangkat elektronik macam laptop dan sebagainya, pengembangan baterai macam ini akan sangat menggairahkan bagi industri mobil listrik.