Jawabannya ditemukan Patrick Kelly, ilmuwan dari Universitas California Berkeley dan koleganya. Dengan menganalisis citra yang ditemukan Teleskop Hubble mereka menemukan satu kluster galaksi yang diberi nama MACS J1149.
Bintang itu terlihat oleh teleskop karena fenomena yang bernama Lensa Gravitasi. Bintang terlihat sebab gravitasi di gugusan galaksi membentuk ruangwaktu yang melengkung, membentuk sebuah kaca pembesar kosmik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diterbitkan di arXiv.org, dan dilansir oleh Science News baru-baru ini, Kelly dan timnya menyimpulkan bahwa titik itu adalah sebuah bintang yang berwarna biru terang.
Atau dengan kata lain, bintang itu berada pada jarak 9 miliar tahun cahaya jauhnya. Bintang terjauh yang pernah terdeteksi berada pada jarak 55 juta tahun cahaya saja jauhnya. (ded/ded)