Soalnya, kemampuan lari T-rex selama berdekade-dekade jadi perdebatan di antara peneliti palaeontologi. Konsensus dari model biomekanikal sebelumnya menyatakan bahwa karnivora dari zaman Cretaceous itu bisa berlari sampai kecepatan 75 km/jam.
Tapi dari penelitian anyar yang dilakukan tim dari Universitas Manchester, diketahui kalau T-rex mencoba melakukan lari secepat itu, itu hanya akan mematahkan kakinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Di sinilah gagalnya, kerangka T-rex tidak akan mampu menopang kecepatan lari ini,” tuturnya, seperti dikutip Reuters, Minggu (23/7).
Kesimpulannya, kecepatan lari T-rex terbatas sampai 18 km/jam saja. Kurang dari setengah rekor kecepatan Usain Bolt yaitu 27,8 mph.
Sellers mengatakan, temuan ini akan memaksa kita untuk berpikir ulang bagaimana cara T-rex mengejar mangsanya. “Tidak mungkin mengejar mangsa yang cepat,” kata dia. “Pilihan yang ada adalah menyergap dan tentu artinya ide bahwa T-rex adalah pemulung bangkai, juga bisa dipertimbangkan kembali.”