Dinamai "7 in 1", program ini digadang-gadang dapat mendongkrak kemajuan kampus di Indonesia, khususnya dari segi infrastruktur. Selain Universitas Sam Ratulangi, ada enam PT lainnya yang mendapat suntikan dana IDB tersebut.
"Perguruan tinggi unggulan dituntut mempunyai akreditasi A, ini adalah wujud dari perguruan tinggi berkualitas. Saya tekankan, dengan pembangunan gedung baru ini, ke depan Unsrat dapat meningkatkan mutu menjadi kampus terakreditasi A," tegas Mohamad Nasir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rektor Unsrat Ellen Joan Kumaat menyampaikan, program alokasi dana IDB 7 in 1 untuk pembangunan gedung baru Unsrat memicu atmosfer akademik yang lebih baik. Gedung-gedung yang akan dibangun dari dana 7 in 1 IDB antara lain laboratorium dan dekanat fakultas teknik, serta fakultas hukum.
Dalam maket atau miniatur rancang bangun, fakultas hukum didesain 12 lantai dengan konsep material dominan kayu. Menurut tim teknis artistektur, Aristotulus Tungka, kelak bangunan ini akan menjadi gedung tertinggi di Manado. Bangunan yang modern dan berisi ruang-ruang laboratorium modern menjadi konsep yang diusung gedung ini.
Investasi yang disediakan untuk IBD 7 in 1 ini sebesar 2,7 Triliun Rupiah. Enam universitas lain yang tergabung dalam "7 in 1" adalah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM), Universitas Tanjungpura (UNTAN), dan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).