Perempuan 52 tahun itu sedang menyelam bersama instrukturnya, Heikki Innanen, di lokasi yang disebut “Shotgun”, saat bayangan hiu yang panjangnya 4,5 meter muncul.
“Instruktur saya menyuruh saya merekam hiu itu dengan video,” katanya, seperti dikutip CBS News. “Saya tak menyadari bahwa itu adalah hiu yang langka.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ini kali pertama hiu ini terekam di alam,” kata Bielich, mengenai video berdurasi 26 detik yang dibagikannya ke Internet itu.
Meski menyeramkan, hiu ini tak membahayakan manusia. Hiu ini adalah satu dari tiga spesies yang termasuk penyaring makanan, selain hiu basking dan hiu paus. Dia adalah yang terkecil dibanding kedua 'sepupunya'.
Mamalia ini dinamakan megamouth karena mulutnya yang lebar. Mulut ini akan membuka lebar-lebar untuk menyaring makanannya, seperti plankton, udang-udangan, atau ubur-ubur.
“Tapi dia termasuk kurang aktif dan perenang yang buruk dibandingkan basking dan hiu paus,” demikian penjelasan Museum Sejarah Alam Florida. “Mobilitas yang buruk tergambar dari tubuh yang lembek, sirip lembut, ekor asimetris, kurang tebal, dan kalsifikasi yang lemah."
Hiu ini kebanyakan beraktivitas di kedalaman 1,6 km. Tak heran kalau ia jarang terlihat. Hanya ada 63 hiu jenis ini yang pernah terlihat di Samudera Atlantik, Pasifik, dan Hindia. Ia pertama kali ditemukan pada 1976 di lepas pantai Hawaii.