Selama 5 tahun terakhir, asisten profesor Seokheun Choi dari Ilmu Komputer dan Elektro Universitas fokus mengembangkan sumber energi mikro yang bisa digunakan di daerah dengan sumber listrik sangat terbatas untuk menyalakan biosensor diagnostik point-of-care (POC). Dia telah menciptakan beberapa baterai bakteri berbasis kertas.
“Pembangkit mikro on-demand dibutuhkan khususnya untuk aplikasi diagnostik point-of-care di negara berkembang," kata Choi. “Biasanya, aplikasi itu membutuhkan listrik beberapa puluh microwatt selama beberapa menit, tapi baterai komersial atau pembangkit listrik lain terlalu mahal dan ketinggian, juga ada masalah polusi lingkungan.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baterai itu bisa menghasilkan energi yang cukup untuk mengoperasikan platform diagnostik POC, hanya dengan satu tetes ludah saja
Choi sedang fokus meningkatkan densitas baterai itu, sehingga bisa dipakai pada lebih banyak aplikasi/kebutuhan.
Adapun densitas baterai yang sudah diciptakan adalah beberapa microwatt per centimeter kuadrat. Sebanyak 16 sel bahan bakar mikrobial kalau dirangkai pada selembar kertas, bisa menyalakan lampu LED.