Peneliti dari Norwegia dan Inggris, di bawah pimpinan Catherine Fagernes dari Universitas Oslo, mencari tahu bagaimana caranya ikan mas mengatasi tantangan musim dingin.
Di bawah es, ikan ini meminimalisir pengeluaran energinya. Begitu kadar oksigen menurun, ikan mas mulai memproses produksi ethanol. Oksigen secara normal membantu ikan menurunkan kadar gula untuk meraih energi. Tapi ketika oksigen tiada, sel ikan akan melakukan proses lain yang disebut pernafasan anaerobik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pyruvate decarboxylase ini lazim ditemukan di pengolahan ragi. Ini supaya ikan mas hanya merilis ethanol melalui cara fermentasi, bukan asam berbahaya.
Peneliti menempatkan crucian carp, keluarga ikan mas, ke dalam beberapa tanki tanpa udara selama tujuh hari. Lalu jaringan tubuh ikan itu diambil dan DNA-nya diurai. Hasil penelitiannya diterbitkan di jurnal Scientific Reports, seperti dilansir Gizmodo.
Jika mutasi terjadi pada salinan DNA tadi, maka masih ada cadangannya. Proses mutasi seperti itu bisa jadi telah menyebabkan ikan mas menghasilkan enzim yang biasanya hanya ada pada ragi atau tanaman.
Masih ada penelitian yang harus dilakukan lebih lanjut. Termasuk membandingkan spesies demi spesies untuk melihat perbedaan antara spesies yang bisa menghasilkan alkohol dan yang tidak. (ded/ded)