Ad-Toam adalah hasil kreativitas empat mahasiswa Fakultas Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB, mereka adalah, Ahmad Khairul Reza selaku ketua tim, Anisah Rahajeng Kartikasari, Sejahtera dan Intan Nurhasanah selaku anggota.
Ad-Toam adalah alat deteksi pangan untuk mendeteksi kadar alkohol yang dirancang portabel. “Jadi bisa dibawa ke mana-mana, sederhana, cocok buat traveler atau yang sedang keluar negeri, tidak khawatir lagi," kata Ahmad Khairul Reza kepada Antara, Senin (21/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengecek kandungan etanol tersebut, Ad-Toam dilengkapi elektroda platina yang bereaksi nikel. Nikel dipilih karena tidak mudah kerosi dengan zat lainnya. Sehingga dapat mendeteksi dengan keakuratan 93 persen.
Uji coba telah dilakukan kepada makanan tradisional tape, minuman beralkohol bir dan vodka serta potongan kue dari salah satu toko kue yang belum memiliki sertifikasi halal.
“Uji coba pada tape menunjukkan kadar etanolnya 0,1 persen. Artinya masih diperbolehkan atau halal dikonsumsi,” kata Sejahtera.
Pada uji coba minuman mixmax vodka diperoleh angka 4,78 persen, sesuai dengan keterangan sajian di botol tertulis kurang lebih 4,8 persen.
Sementara itu, dua potong kue yakni black forest dan cake marcon diperoleh data, cream mengandung 1,7 persen dan cakenya mengadung 2,7 persen etanol.
“Berdasarkan standar halal LPPOM MUI, kandungan alkohol di atas 1 persen tidak dibolehkan, karena dapat memabukkan,” kata Sejahtera.
Temuan mereka telah didaftarkan dalam jurnal internasional Asian Journal of Apply Science dan sedang proses pendaftaran hak paten.
Menurut Sejahtera, Ad-Toam menjadi alat deteksi pertama di Indonesia bahkan di dunia. Berdasarkan pencarian referensi di Google Patent, belum ada yang menggunakan sensor elektrokimia metode amperometrik seperti yang mereka lakukan.
"Yang baru ada berupa sensor gas, di mana sensor gas butuh waktu lama untuk dapatkan data yang real dan butuh ruang tertutup untuk mengukur. Sedangkan dengan sensor elektrokimia metode amperometrik ini bisa mengukur secara langsung, dangan hasil real memerlukan 10 detik," kata Sejahtera.
Anisah menambahkan, karya penelitian mereka berhasil lolos Pekan Ilmiah Mahasiswa (Pimnas) ke XXX/2017 di Makassar. “Kami berharap alat deteksi ini dapat membantu masyarakat, pemerintah dan lembaga sertifikasi halal dalam mendeteksi kehalalan produk makan dan minuman,” kata Anisah.
Ad-Toam masih perlu penyempurnaan sebelum benar-benar bisa dilepas ke masyarakat. Mereka perlu menjajaki kerja sama dengan industri yang dapat memproduksi produk portable tersebut.