Rafiqhi membuat minuman dari sari bunga kupu-kupu sedangkan Danis membuat minuman dari sari sayura okra hijau yang sama-sama berkhasiat menurunkan kolesterol. Kedua inovasi itu dipamerkan bertepatan dengan pemberangkan tim Ekspedisi Jawa Timur Mengabdi (Ex Jam) di kampus setempat, Senin (28/8) kemarin.
Danis Chusmitasari mengatakan inovasi yang dinamakan Chraos ini dilatarbelakangi oleh kegemaran keluarganya makan sayuran okra hijau tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danis menjelaskan, untuk membuat minuman dari sayuran okra hijau ini cukup mudah. Okra hijau terlebih dahulu dipotong-potong menjadi kecil. Setelah itu dicampur air 100 mili liter, lalu ditutup dan direndam selama satu jam. "Dari proses itu nantinya akan akan menghasilkan minuman yang berkhasiat menurunkan kolesterol," tutur dia.
"Bunga ini memang kurang terkenal dan biasanya hanya dibuang begitu saja. Dari situ, saya mencoba meneliti kandungan yang ada di bunga itu yang ternyata mengandung senyawa plvonoid kuersatin," kata dia.
Setelah mengetahui ada senyawa tersebut, dirinya mencoba mengolah bunga tersebut untuk ditumbuk dan dicampur dengan air. Dari proses itu menghasilkan dirinya bisa menghasilkan minuman Pules ini.
"Saya juga sudah menguji coba ke kemencit atau tikus putih. Hasilnya, kadar kolesterol pada hewan itu yang semula ada pada konsetransi 60 miligram itu bisa turun menjadi 47 miligram per desi liter," ujarnya.
Namun berbeda dengan Danis, minuman Rafiqhi ini belum bisa dikonsumsi karena perlu uji Toksologi ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).