Buta aksara itu terjadi pada rentang usia 15-59 tahun di 11 provinsi. Provinsi paling tinggi angka buta huruf adalah Papua. Sebanyak 28,75 persen warga di Papua masih belum mampu mengenal huruf dan membaca.
Selain Papua, provinsi lain yang masih mengandung warga yang buta huruf adalah Nusa Tenggara Barat (7,91 persen), Nusa Tenggara Timur (5,15 persen), Sulawesi Barat (4,58 persen), Kalimantan Barat (4,50 persen), Sulawesi Selatan (4,49 persen), Bali (3,57 persen), Jawa Timur (3,47 persen), Kalimantan Utara (2,90 persen), Sulawesi Tenggara (2,74 persen), dan Jawa Tengah (2,20 persen).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riset ini menekankan pada hasil ujian mengenal huruf dan juga melihat karakteristik sikap terpelajar. Contohnya, jumlah perpustakaan dan koran di sekolah serta ketersediaan komputer di sebuah negara. Sehingga pada riset ini tidak hanya melihat kemampuan penduduk negara dalam membaca dan menulis saja, namun juga perangkat pendukung dan sikap terpelajar warganya.