Sebuah penelitian terbaru dari Universitas California menyatakan bahwa sepertiga populasi parasit bakal hilang dari Bumi pada 2070. Penyebabnya adalah pemanasan global dan perubahan iklim.
Banyak orang yang masih kurang sadar betapa pentingnya parasit dalam ekosistem. Mereka ini membantu populasi alam liar agar tetap terkendali. Mereka juga menjaga aliran energi di dalam rantai makanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalahnya, sedikit sekali ahli konservasi memikirkan mengenai parasit. Padahal di tengah persoalan pemanasan global ini, parasit termasuk yang paling terdampak.
Penelitian yang diterbitkan di jurnal Science Advances edisi 6 September lalu ini, menginvestigasi distribusi geografis organisme dan memprediksi perubahannya setiap waktu. Rekaman dari museum ini dikombinasikan dengan informasi tambahan dari data katalog kutu, kutu anjing, tungau, tungau lebah, untuk mendapatkan analisis yang lebih menyeluruh. Total ada 457 spesies yang diteliti.
Bertahun-tahun mereka memetakan asal semua koleksi tersebut, dengan bantuan 17 peneliti dari delapan negara. Begitu data geospasial diketahui, mereka memprediksi bagaimana parasit menghadapi perubahan iklim.
Diketahui bahwa parasit paling rentan kalau dibandingkan inangnya. Paling buruk, sepertiga parasit di dunia bakal punah pada 2070. Skenario paling optimistis, hanya 10 persen yang punah. Karena itu mereka merekomendasikan supaya parasit juga dimasukkan dalam skenario konservasi.