"Mata pelajaran yang sering diabaikan yakni kesenian dan pendidikan olahraga. Kenapa diabaikan? Karena tidak di UN-kan," ujar Hamid dalam kerja sama Kemdikbud dan Yamaha Musik Indonesia di dalam penguatan karakter di Jakarta, Kamis.
Hamid meminta masyarakat untuk mengubah pola pikir, karena setiap anak memiliki potensi yang berbeda. “Anak yang hebat akademik didorong, yang hebat di olahraga dan kesenian juga perlu didorong,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hamid mengatakan pendidikan karakter sangat penting, karena selama beberapa tahun cenderung masyarakat cenderung menghargai anak dari prestasi akademik. “Sementara, fondasi pendidikan utama yakni karakter anak terabaikan,” tuturnya.
Presiden Direktur Yamaha Musik Indonesia Distributor, Shinichi Takenaga mengatakan pihaknya turut berpartisipasi dalam program PPK yang dicanangkan Kemdikbud melalui pemberian donasi alat musik untuk sekolah dasar di Indonesia.
Takenaga mengatakan pihaknya memberikan donasi sebanyak 4.431 keyboard kepada 211 sekolah dasar di Tanah Air yang diserahkan pada 2016 hingga 2017. Kemudian 490 pianika dan 490 suling.
"Selain memberikan alat musik pada sekolah, kami juga memberikan pelatihan pada guru-guru. Sehingga guru bisa mengajarkan cara menggunakan alat musik itu kepada para murid," ujar Takenaga.