Cobalah menuliskan sesuatu di kaca dengan spidol permanent marker lalu celupkan kaca itu ke dalam air. Tunggu beberapa saat, tulisan akan terangkat dan mengambang di permukaan air.
Ilmuwan dari Universitas New York telah menemukan fisika di balik fenomena itu. Rupanya tensi permukaan air telah memutuskan ikatan antara tinta dan kaca. Hasil penelitian mereka diterbitkan di Physical Review Letters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Itu sebuah pengamatan yang lucu di laboratorium,” kata rekan penulis studi Sepideh Khodaparast, seorang insinyur mekanika di Imperial College London.
Tinta dan polystyrene sama-sama bersifat hidrofobik, menangkis air. Sehingga air tak bisa mengalir di permukaannya. Jadi, alih-alih mengalir di atas tinta, air memilih mengalir di antara film dan kaca, yang sifatnya menarik air. Kemudian tekanan permukaan air itulah yang kemudian memisahkan film dari kaca.
Tapi teknik ini hanya bekerja jika air bergerak sangat lambat, gesekannya hanya satu milimeter perdetik. Kalau air naik terlalu cepat, proses pemisahan film dan kaca akan gagal.