Vandalisme, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dan sebagainya), serta perusakan dan penghancuran secara kasar dan ganas.
Tahukah kamu, vandalisme ini berasal dari masyarakat Vandal, orang-orang Germania barbar yang cukup besar namanya dalam sejarah. Mereka ini pernah memerangi orang Hun dan Goth, mendirikan kerajaannya di Afrika Utara dan berkembang selama satu abad, sampai kemudian menyerah pada Kekaisaran Bizantium pada 534 Masehi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang Vandal bermigrasi ke selatan sampai kontak dengan Kekaisaran Romawi dan kehadirannya dicatat oleh sejumlah sejarawan Romawi. Pertikaian dengan Romawi tak terhindarkan, juga dengan bangsa-bangsa lain dalam perjalanan mereka ke Afrika Utara.
Tapi pernikahan itu gagal, Eudocia menikah dengan orang lain. Genseric pun mengerahkan pasukannya ke Roma. Kerajaan Romawi tak bisa berbuat banyak dan mengutus Paus Leo I untuk bernegosiasi dengan pasukan itu. Mereka diizinkan masuk ke Roma, bisa berbuat apa saja di sana selama yang mereka suka, asal tidak membunuh penduduk dan membakar kota itu.
Selama dua pekan, orang-orang Vandal dengan tenang menggerogoti kekayaan kota Roma. Segala benda berharga dari Istana Kekaisaran di Palatine Hill dan dari berbagai gereja dirampas. Genseric juga membawa pulang beberapa orang Roma sebagai budak.
Tapi kebesaran Vandal menurun seiring kematian Raja Genseric pada 477. Konflik dengan Bizantium tak terhindarkan, sampai kemudian sebuah invasi Bizantium pada tahun 534 meruntuhkan kerajaan itu.