Fridtjof Nansen adalah seorang penjelajah asal Norwegia. Dia juga seorang ilmuwan, diplomat, aktivis kemanusiaan. Dia adalah pemenang Nobel perdamaian pada 1922.
Nama Fridtjof Nansen terkenal sedunia saat dia mencetak rekor dunia dengan melakukan perjalanan ke Kutub Utara dan mencapai titik lintang 86°14′ saat melakukan ekspedisi pada 1893-1896.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai ilmuwan, Fridtjof Nansen adalah seorang ahli zoologi dari Royal Federick University di Chritiania, yang pada 1925 berubah menjadi Oslo. Saat menjadi kurator di Museum Universitas Bergen, Fridtjof Nansen meriset sistem saraf pusat mahluk hidup di laut dalam. Risetnya meletakkan dasar teori neurologi modern.
Tapi Nobel perdamaian diraihnya berkat kiprahnya dalam perdamaian dan membantu penyelamatan korban Perang Dunia I dan konflik terkait. Ini setelah dia aktif di Liga Bangsa-Bangsa sebagai Komisioner Tinggi Liga Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi.
Dia juga menyodorkan Nansen Passport, yaitu sertifikat bagi orang yang tak punya negara alias stateless, yang diakui lebih dari 50 negara.
Serangan jantung pada 13 Mei 1930 telah merenggut nyawa Fridtjof Nansen. Dia dikremasi dan abu jenazahnya dikuburkan di bawah sebuah pohon di Polhøgda.