Oleh sebab itu, rasanya perlu sekali tradisi seni ukir khas ini diusulkan menjadi salah satu warisan budaya Papua yang diakui oleh UNESCO.
Seni ukir asmat tergolong dalam "primitif art". Seni ukir Asmat menunjukkan keahlian istimewa pembuatnya yang disertai perasaan yang tinggi akan garis-garis indah dan komposisinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelestarian tradisi ukiran Asmat merupakan sebuah unsur penting untuk memelihara identitas, jati diri, dan rasa bangga orang Asmat terhadap budayanya sendiri.
Konvensi UNESCO 2003 menetapkan sejumlah karakteristik untuk mengategorikan suatu budaya termasuk dalam warisan budaya tak benda.
Ciri-ciri budaya yang masuk dalam kategori tersebut adalah budaya yang ditularkan antargenerasi, berkembang secara dinamis, menyatu dengan identitas komunitas, dan merupakan sumber kreativitas.
Bentuk atau jenis ukiran Asmat bisa berbentuk rupa manusia, perahu, perisai, dan lain-lain. Dengan motif hewan seperti cicak, kadal, ataupun purwarupa alam.