Bisa jadi ini adalah tulisan dari sekian banyaknya tulisan-tulisan tentang pentingnya gemar membaca. Jika kamu adalah mahasiswa tentu setiap hari akan ada tugas membaca; entah sekadar melalui PPT dosen, ringkasan buku teman, atau kamu diminta untuk membedah sebuah buku.
Kita menyadari pentingnya gemar membaca dalam kehidupan sehari-hari, betapa pentingnya membaca buku-buku bacaan yang bermutu dan sesuai dengan kita. Maka sebaiknya kita sebagai mahasiswa harus meningkatkan kegemaran membaca dalam kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, kebiasaan yang apabila dibangun dalam hidup sehari-hari sangat mempengaruhi kualitas diri serta pengetahuan. Coba renungkan sudah berapa buku yang kamu baca dalam satu bulan kemaren atau hari ini? Apakah ada atau tidak?
Ada begitu banyak bacaan-bacaan yang bermutu yang dapat kita peroleh, ketika ada buku yang diinginkan tidak ada dalam bahasa Indonesia, kamu dapat memperolehnya dengan buku dalam bahasa asing, dan yang paling menguntungkan adalah kamu tidak harus pergi keluar negeri untuk mendapatkan buku tersebut. Cukup kamu datang ke perpustakaan di kampus, kota, nasional, bahkan meminjam dari teman.
Dari sekian banyak alasan yang dikemukakan beberapa mahasiswa tak ada waktu untuk membaca adalah terlalu banyak rutinitas yang dijalani setiap harinya. Kata-kata itu terlalu cari-cari alasan, padahal membaca itu bisa dilakukan di mana saja.
Setiap harinya niscaya kamu selalu mempunyai cukup waktu untuk membaca. Waktu menunggu seseorang dapat kamu gunakan untuk membaca. Waktu menunggu kelas dimulai dapat kamu gunakan untuk membaca. Waktu sedang menunggu makan siang dapat kamu gunakan untuk membaca. Atau waktu menunggu bimbingan skripsi dapat kamu gunakan untuk membaca. Intinya kamu selalu mempunyai cukup waktu.
Kita sering mendengar istilah survival to the fittest, atau yang bertahan yang terkuat. Siapapun yang bertahan di padang rumput pada masa kekeringan adalah hewan yang paling kuat dan cerdik. Sedangkan yang tidak bertahan akan mati dimakan yang lain, atau mati kekeringan atau kelaparan tanpa makanan dan minuman. Ini adalah perjuangan untuk bertahan hidup dalam masa yang kejam dan mereka yang bertahan hidup adalah para pemenang.
Ilustrasi di atas menggambarkan bagaimana setiap orang membutuhkan pengetahuan, agar tak mudah putus asa menjalani hidup. Selalu cerdik dan kuat dalam arti positif.
Akhirnya, bagi saya sangat penting seorang mahasiswa atau siapapun itu untuk menyukai membaca buku. Jika bukan kita (mahasiswa) siapa lagi yang akan menjadi contoh bagi generasi berikutnya? Buku tidak hanya sebagai media informasi, tetapi buku lebih dari pada itu, dengan rajin membaca buku kita akan menjadi tahu, terampil, mampu, serta memperoleh pengetahuan yang tak ternilai harganya.
Lio Bijumes, S.Sos.
Mahasiswa Magister Manajemen di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta
(ded/ded)