Frans Kaisiepo telah diabadikan sebagai nama Bandar Udara Internasional Frans Kaisiepo di Biak. Selain itu nama Frans Kaisiepo juga diabadikan sebagai nama kapal perang milik TNI Angkatan Laut.
Mata uang rupiah pecahan Rp10.000 terbaru juga memuat gambar wajah Frans Kaisiepo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekembali dari Konferensi Malino, dia menjadi tokoh penting pergerakan anti-Belanda. Dia juga menolak dipilih sebagai wakil Belanda untuk wilayah Nugini dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) di Belanda.
Frans Kaisiepo pernah menjadi gubernur Irian Barat ke-4, yakni 1964 hingga 1973. Frans Kaisiepo meninggal dunia pada 10 April 1979 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cendrawasih, Biak. (ded/ded)