Ubi jalar ungu mengandung nutrisi antosianin yang tinggi sehingga berfungsi sebagai antioksidan, antiradikal bebas, antimutagenik atau antimutasi gen, dan antikarsinogenik atau antikanker.
Dilansir dari Antara, Jumat (17/11), ubi jalar merupakan bahan pangan yang familiar bagi masyarakat Indonesia, bahkan terkesan tradisional. Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Balitbangtan kemudian mencoba berinovasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pangan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknologi es krim ubi jalar tersebut saat ini telah dimanfaatkan oleh pelaku UKM yang berasal dari Ciamis, Jawa Barat, Detin Khoerotin yang dekat dengan sumber bahan baku ubi jalar.
Kepala Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (Balai PATP) Balitbangtan Retno Sri Hartati Mulyandari menyatakan apa yang telah dirintis dan dilakukan Deti Khoerotin tersebut layak didukung karena menjaga kearifan bahan pangan lokal. "Jika perlu, bisa disajikan dalam berbagai acara pertemuan formal maupun informal agar manfaatnya meluas," katanya.
Sementara itu Detin menaruh harapan besar bisnisnya yang berbasis ubi jalar ungu tersebut dapat berkembang lebih besar lagi. (ded/ded)