Dalam sebuah makalah yang diterbitkan secara online oleh jurnal Trends in Cognitive Sciences, proses ‘membengkak’ kemudian kembali ke posisi semula di otak ini adalah gambaran proses adaptasi yang pernah dicetuskan oleh Charles Darwin.
‘Ledakan’ sel baru di otak akan membantu otak menangani informasi baru. Kemudian otak akan menyeleksi, mana yang sel baru yang bekerja paling baik dan mana yang perlu dibunuh, dalam kompetisi semacam survival of the fittest.
Sel yang dipertahankan hanyalah sel otak yang paling efisien dalam mempertahankan apa yang sudah dipelajari tadi. ‘Ledakan’ yang terjadi tentu tak besar sekali, kata Elisabeth Wenger, peneliti di Center for Lifespan Psychology di Institut Max Planck di Jerman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendeteksi perubahan pada otak itu, Wenger dan koleganya memeriksa 15 subyek yang diminta menulis dengan tangan kiri selama tujuh pekan. Mereka sendiri sebetulnya adalah penulis dengan tangan kanan.
Tapi penelitian yang makan waktu lama ini belum bisa menentukan secara mendetail sel mana yang berlipat ganda dan mati. Untuk itu masih diperlukan penelitian lebih lanjut. (ded/ded)