Tesis tahun ini akan dilakukan di Kampung Sukaruas, Desa Sukaraja, Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, 14–17 Desember 2017. Para siswa akan dibagi ke dalam kelompok antara 5-8 orang dan selama di Tasikmalaya, mereka tinggal di rumah-rumah penduduk. Jadi, kegiatan ini juga melibatkan masyarakat setempat dan para tokoh masyarakat.
Kepala Sekolah SMAN 8 Jakarta, Agusman Anwar ketika acara Tecnical Meeting, Senin sore (11/12) mengatakan, para siswa akan menghadapi suasana lain yakni kehidupan masyarakat desa dengan segala kesederhanaan dan kearifannya. “Jadi, kalian harus mampu menyesuaikan diri tinggal dan melakukan penelitian di desa,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Ketua Panitia Tesis, Dyah Farmasita mengatakan, tema Tesis tahun ini yaitu “Menyatu dengan Alam, Membaur dengan Masyarakat, Mencetak Generasi Emas yang Cerdas, Tangguh, dan Peduli.” Sebanyak 25 guru akan mengawal dan mendampingi selama kegiatan tersebut.
Selain itu Tesis 2017 kali ini turut serta mendukung Gerakan Masyarakat (Germas) Kesehatan dan literasi keuangan yang sedang gencar digaungkan pemerintah dan swasta. Oleh sebab itu mereka mengundang dinas kesehatan setempat dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya ke baksos itu.
Terobosan Pembelajaran
Sekretaris Komite SMAN 8 Jakarta, Suradi mengungkapkan sejarah kegiatan Tesis sebagai kelanjutan dari riset-riset per seksi kegiatan di sekolah. Awal tahun 2000-an SMA Negeri 8 Jakarta melakukan terobosan besar dalam kegiatan pembelajaran di luar sekolah.
Sadar pada masa itu banyak sekolah yang mengadakan kegiatan wisata berkunjung ke wilayah lain, SMAN 8 justru mengajak para siswa untuk mengunjungi desa-desa yang mempunyai kearifan lokal. Para siswa akan melakukan penelitian, bersosialisasi kehidupan keseharian, dan menimba karakter budi.
Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari dengan persiapan yang lebih dari 3 bulan tersebut memberi banyak konsekuensi kepada para siswa. “Pada kegiatan Tesis ini, para siswa akan mempersiapkan desain penelitian kecil yang merupakan sebuah karya ilmah yang akan dipaparkan di hadapan para guru penguji,“ katanya.
Proposal yang mereka buat sudah dibina oleh guru Bahasa Indonesia dan pembina OSIS. Proposal penelitian yang baik menuntut para siswa untuk mencari sumber bahan penelitian, buku-buku ilmiah populer, buku penelitian ilmiah, bahkan buku-buku teknik pengukuran dan uji sampel menjadi sebuah hal yang biasa mereka baca.
Karya ilmiah itu nantinya akan diuji oleh penguji internal (guru SMAN 8 Jakarta) dan penguji eksternal (dosen/praktisi) yang diharapkan meningkatkan kualitas karya tulis ilmiah para siswa. Serangkaian acara sosialisasi dan pembekalan yang melibatkan dosen serta pemerhati pendidikan juga diadakan. Dr. dr. Tri Edhi Budhi Soesilo, MSi ikut memberi pembekalan dalam rangka pemantapan judul karya Ilmiah. (ded/ded)