Di perairan dekat pulau ini terdapat 12 batu yang disakralkan oleh masyarakat. Dalam bahasa Sentani, batu ini disebut dengan 'aining duka' atau batu beranak. Batu beranak berada di dalam air.
Untuk dapat melihat dengan jelas, harus menunggu waktu yang tepat ketika air danau sedang surut. Namun jika air danau sedang pasang, batu beranak hanya dapat disaksikan dari permukaan air secara samar-samar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan 10 buah berukuran kecil dipercaya sebagai anak-anaknya. Sehingga ibarat dalam sebuah keluarga, semuanya dikenal sebagai batu beranak. (ded/ded)