Kemudahan dalam mengakses internet dan berlomba-lombanya website belanja online untuk memanjakan penggunanya menjadi salah satu faktor utama mengapa banyak yang beralih dari belanja konvensional. Belum lagi berbelaja online sangat menghemat waktu dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.
Dua dari sepuluh Millenials mengaku berbelanja online lebih dari 3 kali dalam sebulan yang menjadikan mereka berpotensi menjadi pecandu belanja online. Kebanyakan dari mereka terbujuk dengan diskon atau iklan pop-up yang dilakukan oleh website belanja online.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Mereka awalnya cenderung memiliki keinginan yang berlebihan, kemudian kehilangan kendali atas dirinya, lalu membuat keputusan yang impulsif. Secara hormonal, pecandu memiliki kadar hormon dopamin berlebih yang memicu timbulnya perilaku berbahaya, seperti gelisah, agresif, dan tidak mampu mempertimbangkan risiko dalam mengambil keputusan,” katanya lagi.
Pada dasarnya apapun yang bersifat berlebihan itu tidak baik, sama halnya dengan kegemaran belanja online yang kelewat batas yang mengakibatkan efek buruk yang dapat merugikan diri sendiri. Berbelanjalah dengan bijak dan sesuai dengan kebutuhan adalah salah satu cara agar kita tidak kecanduan belanja online. (ded/ded)