Dalam sebuah seminar bertajuk “Bagaimana Cara Melakukan Advertising” di Fakultas Desain dan Industri Kreatif (FDIK) Universitas Esa Unggul, Lucky Santoso, Creative Director Young and Rubicam menjelaskan bagaimana meng-create branding pada sebuah produk.
Menurutnya dibutuhkan ide serta konsep yang mendalam untuk membuat produk kita dapat dikenal, dapat bersaing serta mampu mempertahankan konsumen agar tidak beralih ke produk lain. Salah satu ide untuk branding ialah membuat campaign produk berkonsep "What You Need" Bukan "What You Want”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam dunia advertising saat ini membranding sebuah produk entah melalui media konvensional seperti televisi atapun melalui media sosial harus menawarkan apa yang dibutuhkan bukan lagi apa yang diinginkan. Sehingga masyarakat bukan hanya membeli produk kita ketika ingin saja, namun nantinya produk kita mampu melekat dihati konsumen," tutur Lucky.
“Aqua merupakan produk sederhana yang mampu dibranding dan dikemas secara baik advertisingnya. Slogan #AdaAqua yang dikemas sedemikian menariknya, membuat masyarakat dekat dan aware bahwasanya daya konsentrasi seseorang mampu buyar karena kekurangan cairan, sehingga konsumen bukan lagi menginginkan namun membutuhkan produk tersebut," ujarnya.
Pria berkepala plontos ini pun menjelaskan media-media yang saat ini potensial untuk melakukan branding sebuah produk. Dirinya meyakinkan kepada para mahasiswa saat ini platform media yang tepat tidak lagi terfokus pada media konvensional seperti televisi, koran atau radio.
Digitalisasi membuat media dengan platform baru yakni media sosial semakin berkembang dan memudahkan masyarakat terutama kalangan anak muda untuk mengerti dan mencoba melakukan branding.
Dia pun berharap mahasiswa kedepannya mau mencoba dan belajar untuk melakukan branding, jangan hanya terpaku pada textbook saja namun harus mempraktekkannya di lapangan agar ide dan konsep branding itu dapat berkembang menjadi lebih baik.
"Saat ini branding menjadi semakin mudah, ini adalah eranya kalian memanfaatkan media yang saat ini berkembang untuk digunakan, sesekali kalian harus terjun ke lapangan bagaimana membuat branding produk agar kalian mengetahui prosesnya seperti apa, selain itu jika kalian sudah pernah melakukan branding pada sebuah produk, ini menjadi portofolio yang menarik bagi kalian jika sudah lulus nanti," tutupnya. (ded/ded)