Mereka juga sering mengunggah postingan mereka ke dalam media sosial. Sekarang ini, populasi pengguna Internet mencapai 112 juta orang menurut eMarketer. Tak heran kalau remaja sekarang itu tak bisa lepas dari ponsel dan media sosial, entah untuk memposting foto, video atau nge-stalkerin mantan.
Media sosial yang dibuka juga bermacam-macam tergantung dari kebutuhan mereka. Ada Facebook, Instagram, Twitter, YouTube dan lainnya. Nah biasanya tren dari kids zaman now ini terinspirasi dari video-video para vlogger yang ada di Youtube.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Si kids zaman now ini juga biasanya suka banget menonton video para vlogger yang terkenal dan sering meniru gaya mereka. Contohnya pas lagi zaman-zamannya para vlogger bikin video samyang challenge sampe viral di mana-mana.
Pokoknya kalau udah bicara tentang Youtube, emang udah nggak ada habisnya deh. Youtube tuh udah seperti Google ke-2 sih. Soalnya semua informasi serba ada. Mau cari video tentang pendidikan? Ada. Kartun? Ada juga. Musik? Apalagi. Tapi sadar nggak sih seiring dengan berkembangnya Youtube, keberadaan media elektronik seperti TV juga kian lama akan memudar?
Terbukti menurut data survey online yang dilakukan oleh 100 responden, nyatanya 89 persen remaja berusia 18-25 tahun yang berada di Indonesia lebih menyukai Youtube daripada TV. Kok bisa sih?
Ternyata anak anak muda zaman sekarang lebih sering menonton Youtube karena menurut mereka konten Youtube itu lebih beragam sesuai dengan apa yang anak muda inginkan. Misalkan kalau mau mencari tahu tentang traveling atau suatu daerah yang ingin dikunjungi, mereka buka Youtube karena informasi yang didapat lebih menyeluruh daripada di TV.
Lalu apa yang harus diperhatikan oleh beberapa stasiun televisi agar keberadaan TV tidak memudar?
1. Memperhatikan Konten
Konten itu penting banget guys. Kalau nggak ada konten, acara TV nggak bakal dibuat dan kalau kontennya jelek ratingnya pun akan turun dan nggak ada yang mau nonton. Dengan mengubah konten menjadi lebih variatif sesuai target penonton, misalnya buat ibu-ibu, ya disesuaikan kontennya. Kemudian untuk remaja juga seharusnya ada pilihan tayangan TV yang sesuai. Jadi TV merangkul banyak masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang.
2. Meningkatkan kualitas gambar
Pengambilan gambar dan kejernihan suatu gambar itu juga bisa membuat orang-orang tertarik untuk menonton acara atau program TV yang akan ditayangkan. Saat ini masih ada stasiun televisi yang kurang memperhatikan kualitas gambarnya.
3. Memperkuat awareness TV streaming
TV Streaming? Emang ada? Mungkin beberapa dari kalian sudah pada tahu kalo TV itu bisa ditonton lewat website mereka masing-masing dan juga bisa ditonton dari Youtube. Tetapi kebanyakan dari remaja masih beranggapan bahwa kalau mau nonton TV ya harus di TV itu sendiri. Nah dengan membuat pengumuman lewat media sosial dan televisi, masyarakat akan semakin banyak yang tahu kalo program TV sudah bisa ditonton via streaming.
Nah, itu tadi beberapa tips yang harus diperhatikan lagi buat TV ke depannya supaya nggak tenggelam bersama media elektronik lainnya. Kalo kamu pilih mana? Youtube atau TV? (ded/ded)