Namun seiring perkembangan zaman banyak pemimpin muncul akibat tuntutan dan kondisi lingkungan pada saat itu. Pada zaman penjajahan karakter para pemimpin terbentuk dalam perjuangan melawan penjajah. Mereka pejuang yang terbentuk oleh intelektual dan memiliki idealisme yang bisa menghasilkan rumusan ideologi bangsa yang menjadi dasar-dasar dan pedoman perjalanan dan kehidupan bangsa kita.
Namun mencari pemimpin yang tepat untuk masa sekarang dan akan datang menjadi tantangan yang harus dipenuhi untuk bangsa ini. Pemimpin harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Negara-negara maju memiliki pemimpin yang berhasil memanfaatkan perkembangan teknologi yang mengubah pola kehidupan manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bangsa Indonesia yang sudah 72 tahun merdeka memiliki pergolakan dan tantangan untuk memiliki pemimpin yang sesuai akan zaman sekarang dan akan datang. Walaupun banyak survei yang menyebutkan bangsa indonesia sudah ada pada jalur yang benar. Namun survei-survei tersebut belum menyentuh pada lapisan-lapisan pemimpin pada pemerintahan daerah. Di mana banyak pemimpin-pemimpin yang muncul akibat politik praktis.
Seorang pemimpin dalam pemerintahan merupakan abdi rakyat, walaupun dalam konotasi “pemerintah” diartikan sebagai “perintah penguasa” yang rata-rata dialami oleh bangsa yang terjajah. Berbeda dengan istilah “government” yang berindikasi “mengelola kesejahteraan umum”. Indikasi ini mengingatkan orang yang sedang berkuasa agar mengayomi rakyat. Dia sekaligus merupakan abdi rakyat dan abdi negara. Jabatan publik bukan profesi, melainkan vokasi.
Pada akhirnya pemerintahan yang efektif akan terwujud apabila para pemimpin di republik ini memenuhi kualifikasi-kualifikasi sebagai pemimpin yang kredibel, mempunyai kemampuan, intelektual dan visi yang jauh ke depan. Namun pemimpin yang baik juga harus memiliki integritas, kejujuran, kesetiaan pada kepentingan rakyat.
Seorang pemimpin harus selesai terhadap dirinya sendiri. Dia tidak boleh mementingkan kepentingan pribadi, kelompok, maupun partai di atas kepentingan rakyat yang dipimpinnya.
Sistem perpolitikan di negara kita juga harus diperbaiki. Biaya politik yang mahal menuntut seseorang yang akan maju menjadi pemimpin harus memiliki modal yang besar. Masih banyak bibit-bibit pemimpin di negeri ini yang sulit mendapatkan kesempatan untuk maju di pentas politik. Banyak juga orang yang memiliki kualitas sebagai pemimpin namun enggan untuk maju.
Dorongan untuk mencapai pemerintahan yang efektif dalam kepemimpinan yang bijaksana diharapkan akan membuat sistem yang baik untuk mencapai Indonesia menjadi bangsa yang maju dari segala macam bidang, menjadi negara yang berdaulat, terciptanya keadilan sehingga akhir yang bahagia adalah kesejahteraan rakyat yang mandiri akan tercapai. (ded/ded)