Hal ini memang menjadi keprihatinan banyak pihak, baik itu pendidik, orangtua maupun pemerintah. Upaya-upaya untuk membangun kesadaran masyarakat untuk gemar membaca telah lama dilakukan dengan banyak cara.
Berdasarkan hasil survei lembaga internasional yang bergerak dalam bidang pendidikan, United Nation Education Society and Cultural Organization (UNESCO), minat baca penduduk Indonesia jauh di bawah negara-negara Asia. Indonesia tampaknya harus banyak belajar dari negara-negara maju yang memiliki tradisi membaca cukup tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kadang kita lihat buku di tangan mereka kala antre membeli karcis, menunggu kereta, di dalam bus, di bandara, kedai kopi dan tempat-tempat lain. Di Indonesia, kebiasaan ini belum tampak. Mungkin baru beberapa orang saja.
Coba deh kalian pikirkan, akibat dari kurangnya budaya membaca, pola pikir remaja menjadi praktis dan itu membuat mereka mudah frustasi. Padahal, dengan membaca pola pikir seseorang akan lebih terbuka dan banyak hal-hal positif yang akan didapatkannya. Dan yang mebuat lebih menguntungkan dari membaca buku adalah kita dapat menguasai dunia.
Nah, maka dari itu teman teman, mari membaca buku apapun itu jenis bukunya agar menyadari bahwa buku itu adalah jantung kehidupan. Karena dengan membaca buku, kita dapat terlihat seperti pribadi yang pintar, berwawasan luas dan dapat 'berperang' melawan dunia. (ded/ded)