Bagaimana jika bencana terjadi saat di sekolah? Untuk itu, perlu pembelajaran kesiapsiagaan bencana di sekolah.
Itulah yang dilakukan oleh siswi SMA Pesantren Unggulan Albayan Putri, baru-baru ini. Sebanyak 70 pelajar di sekolah itu mengikuti simulasi penanggulangan bencana gempa bumi yang diselenggarakan bekerjasama dengan PMI Kabupaten Sukabumi dan BPBD yang bertempat di komplek yayasan Bina Ummat Sejahtera Jalan Salabintana Desa Karawang, Sukabumi, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu siswi kelas X MIPA 6, Siti Aulia Arinindita (Arin) mengungkapkan kesenangannya bisa belajar tentang simulasi bencana gempa di sekolahnya. Dia sendiri mengaku kadang panik kalau terjadi gempa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Melalui simulasi bencana gempa ini jadi tahu langkah langkah yang harus dilakukan.
Di tempat yang sama, fasilitator dari PMI Kabupaten Sukabumi, Aris Munandar menuturkan, pendidikan kebencanaan berbasis di sekolah melalui kegiatan simulasi ini sangat penting dilakukan di setiap sekolah khususnya semua warga belajar. Apalagi Kabupaten Sukabumi merupakan daerah rawan bencana alam terutama dengan banyaknya rentetan gempa bumi akhir-akhir ini.
Sehingga anak diharapkan bisa mengetahui kesiapsiagaan bencana di sekolah dan bisa melakukan evakuasi mandiri jika terjadi bencana. Selama ini anak yang berada di sekolah kerap menjadi korban atau belum bisa menyelamatkan diri sendiri jika terjadi bencana. Seperti kejadian di kecamatan Kabandungan saat terjadi gempa yang berpusat di Lebak, Banten, bulan kemarin.
"Maka dari itu, simulasi dinilai merupakan salah satu cara yang tepat untuk memberikan pendidikan tentang kesiapsiagaan bencana di sekolah," kata Aris. (ded/ded)