Kemeriahan lomba majalah dinding (mading) dua dimensi yang dibuat oleh para anggota Palang Merah Remaja (PMR) baik PMR Madya/SMP maupun PMR Wira/SMA se-Jawa Barat itu mengundang antusias banyak peserta dari berbagai unit sekolah yang mengirimkan para peserta terbaiknya masing masing. Berbagai buah karya ditampilkan dengan memainkan tema dan pesan kemanusiaan.
"Kegiatan ini bertujuan menciptakan remaja yang tangguh dan meningkatkan jiwa kepedulian sesama dan memupuk jiwa kemanusiaan khususnya para anggota Palang Merah Remaja (PMR) di setiap sekolah," kata Rektor Universitas Suryakencana Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, dalam sambutannya saat membuka secara resmi kegiatan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Hery Hidayat, Kepala Markas PMI Cianjur mengatakan, kegiatan lomba ini dilaksanakan oleh Unit kegiatan mahasiswa (UKM) Korps Sukarela (KSR) unit perguruan tinggi Unsur Cianjur sebagai program tahunan, untuk bahan evaluasi bersama materi materi kepalangmerahan dan ajang peningkatan kapasitas para sukarelawan muda PMI yang tergabung melalui kegiatan PMR.
Lebih lanjut Hery mengatakan, tujuan utama diadakannya event ini adalah sebagai ajang evaluasi dan edukasi seputar materi kepalangmerahan. Juga diharapkan mampu memupuk rasa persaudaraan antar sesama relawan serta memotivasi para anggota PMR untuk lebih giat berlatih dan mengembangkan organisasinya dalam melanjutkan berbagai kegiatan kemanusiaan.
Sementara itu salah satu peserta dari perwakilan PMR SMAN 1 Cianjur, Kuvita, mengatakan, senang menjadi perwakilan dalam kegiatan lomba mading ini. Selain bisa mengembangkan minat dan hobinya dalam karya seni mading dan menggambar, dia bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan para anggota PMR lainnya di acara ini.
Hal senada diungkapkan Annisa, pelajar dari perwakilan SMK Tunas Harapan Bangsa (THB). Dia mengungkapkan kegemarannya dalam membuat karya mading. Melalui mading ini dia dapat memberikan pesan kepada teman teman sebaya lainnya akan pentingnya menolong sesama dan kesiapsiagaan bencana di sekolah. (ded/ded)