Rangkuman Kisah Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad Saw
Sebentar lagi umat Islam akan memperingati Isra Miraj 1447 hijriah. Tahun ini peringatan Isra Miraj jatuh pada 16 Januari 2026.
Umat Islam dapat mengetahui rangkuman sejarah dan tokoh di peristiwa Isra Miraj lengkap.
Dengan memahami sejarahnya, makna Isra Miraj dapat dihayati lebih mendalam. Dikutip dari buku 65 Cerita Teladan Sebelum Tidur dan Mengenal Mukjizat 25 Nabi, berikut rangkuman singkatnya.
Lihat Juga : |
Peristiwa Isra Mikraj merupakan salah satu kejadian agung dalam sejarah Islam. Isra merujuk pada perjalanan Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis, sementara Mikraj adalah kenaikan beliau ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha atau langit ketujuh.
Peristiwa ini terjadi dalam satu malam atas kehendak Allah dan hanya dialami langsung oleh Rasulullah.
Kisah perjalanan Nabi Muhammad dalam peristiwa Isra Miraj
Kisah ini dimulai ketika Rasulullah dibangunkan oleh Malaikat Jibril pada suatu malam.
Beliau kemudian diajak keluar rumah dan diperlihatkan seekor hewan bersayap yang sangat cepat bernama Buraq. Melalui Buraq inilah Rasulullah melakukan perjalanan Isra dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa.
Setibanya di Masjidil Aqsa, Rasulullah melaksanakan salat bersama para nabi terdahulu seperti Nabi Musa dan Nabi Isa.
Setelah itu, beliau bersama Jibril naik melalui tangga cahaya menuju langit pertama. Di setiap lapisan langit, Rasulullah bertemu para nabi dan malaikat yang menampakkan kebesaran ciptaan Allah.
Di langit pertama Rasulullah bertemu Nabi Adam, di langit berikutnya Nabi Nuh dan Nabi Isa, lalu berbagai malaikat dengan rupa dan tugas yang luar biasa.
Di salah satu langit, Rasulullah juga melihat Malaikat Izrail yang bertugas mencabut nyawa, serta pasukan malaikat yang mencatat kelahiran dan kematian makhluk hidup.
Semua itu menggambarkan jika alam semesta berjalan dalam tatanan yang sangat rapi.
Perjalanan berlanjut hingga langit ketujuh. Di sana Rasulullah menyaksikan keindahan surga dengan pohon-pohon raksasa, aroma harum bunga surgawi, dan malaikat yang senantiasa memuji nama Allah dalam berbagai bahasa.
Setelah itu, Rasulullah mencapai Sidratul Muntaha. Pada titik ini, Malaikat Jibril tidak diizinkan melanjutkan perjalanan. Rasulullah menghadap Allah secara langsung dan menerima perintah salat.
Awalnya Rasulullah mendapat perintah dari Allah SWT untuk menjalankan sholat 50 waktu.
Namun, saat kembali bertemu Nabi Musa ia menyampaikan kepada Rasulullah agar meminta keringanan dari Allah untuk menguranginya karena Nabi Musa tahu bahwa umat Rasulullah tidak akan mampu menjalankan sholat 50 waktu.
Diceritakan bahwa Rasulullah bolak-balik bertemu Allah untuk meminta keringanan yang semula 50 waktu menjadi 40 waktu hingga akhirnya menjadi 5 waktu dalam sehari. Ibadah itu pun sampai sekarang wajib dijalankan oleh umat Rasulullah.
Setelah menerima perintah tersebut, Rasulullah kembali turun ke Masjidil Aqsa dan pulang ke Makkah sebelum fajar menyingsing.
Tokoh yang terdapat dalam peristiwa Isra Miraj
Nabi Muhammad Saw adalah tokoh yang diperjalankan Allah dalam peristiwa Isra Mikraj. Beliaulah yang menyaksikan kebesaran Allah dalam perjalanan singkat "satu malam" itu dan membawa perintah salat untuk umat Islam.
Tokoh berikutnya Malaikat Jibril yang mendampingi Rasulullah sejak awal perjalanan hingga batas Sidratul Muntaha. Jibril berperan sebagai pengantar serta penjelas setiap kejadian yang dilihat Rasulullah.
Para nabi seperti Nabi Adam, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Harun juga menjadi bagian penting. Mereka menyambut Rasulullah di setiap lapisan langit dan menunjukkan bahwa misi kenabian Nabi Muhammad merupakan kelanjutan dari para nabi sebelumnya.
Selain tokoh-tokoh "langit", ada satu sosok yang sangat penting di bumi, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ia adalah orang pertama yang membenarkan peristiwa Isra Miraj tanpa ragu ketika orang lainnya ragu.
Apalagi, ketika kaum Quraisy datang kepadanya dengan maksud mengejek Rasulullah, Abu Bakar justru menunjukkan iman yang luar biasa.
Melansir lamanjatim.nu.or.id, ketika mendengar kisah Rasulullah ke langit ketujuh, Abu Bakar berkata dengan tegas, "Sungguh saya telah membenarkannya perihal khabar langit (Mi'raj), maka bagaimana mungkin saya mengingkarinya dalam peristiwa itu (Isra'). Selama Rasulullah berkata, maka sungguh dia benar."
Karena sikap inilah Abu Bakar mendapat gelar Ash-Shiddiq yang artinya orang yang sangat membenarkan kebenaran.
Lihat Juga : |
Itulah rangkuman sejarah dan tokoh di peristiwa Isra Miraj lengkap. Semoga bermanfaat!
(san/fef)