Malam Nisfu Syaban 2026 Tanggal Berapa? Ini Waktu dan Amalannya
Nisfu Syaban adalah salah satu momen penting yang dinanti umat Islam. Pada malam ini, dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan mempersiapkan diri jelang Ramadhan.
Lantas, malam Nisfu Syaban 2026 jatuh tanggal berapa?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malam Nisfu Syaban terjadi pada pertengahan bulan Syaban atau tanggal 15 Syaban dalam kalender Hijriah.
Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, 1 Syaban 1447 H jatuh pada 20 Januari 2026.
Bulan Syaban berlangsung selama 30 hari, berakhir pada 18 Februari 2026. Kemudian untuk Nisfu Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Artinya, malam Nisfu Syaban telah dimulai sejak Maghrib pada Senin, 2 Februari 2025.
Amalan malam Nisfu Syaban
Malam Nisfu Syaban disebut juga sebagai lailatul maghfirah atau malam pengampunan. Di bulan ini Allah membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan ibadah tertentu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Berikut amalan-amalan malam Nisfu Syaban untuk dikerjakan.
1. Berdoa
Umat Islam disunahkan untuk memperbanyak doa pada malam Nisfu Syaban. Dalam sebuah hadis dijelaskan doa di malam Nisfu Syaban adalah doa yang tidak akan ditolak.
عن أبي أمامة الباهلي قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: خمس ليال لا ترد فيهن الدعوة، أول ليلة من رجب، وليلة النصف من شعبان، وليلة الجمعة، وليلة الفطر، وليلة النحر.
Artinya: "Lima malam yang tidak akan ditolak doa di dalamnya: malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya'ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan Malam Idul Adha."
2. Sholat sunnah
Amalan lain saat Nisfu Syaban adalah menunaikan sholat sunnah, seperti sholat hajat, sholat taubat, sholat tasbih dan lainnya.
قوله صلى الله عليه وسلم: "الصلاة خير موضوع، فمن شاء استكثر ومن شاء استقل" قال الحافظ في الفتح" 479/2: صححه ابن حبان
"Shalat adalah sebaik-baik syariat, siapa yang ingin memperbanyak maka perbanyaklah, dan siapa yang ingin melakukan sedikit maka lakukanlah" (Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadis ini dinilai sahih oleh Ibnu Hibban. Fath Al-Bari 2/479)
3. Membaca Surat Yasin
Amalan lain yang juga bisa dikerjakan saat malam Nisfu Syaban yaitu, membaca surat Yasin sebanyak tiga kali.
Surat Yasin pertama dibaca untuk memohon panjang umur, surat Yasin kedua untuk memohon dijauhkan dari musibah, surat Yasin ketiga untuk memohon kekayaan hati secara lahir dan batin.
"Adapun pembacaan surat Yasin pada malam Nisfu Sya'ban setelah Maghrib merupakan hasil ijtihad sebagian ulama, konon ia adalah Syeikh Al-Buni dan hal itu bukanlah suatu hal yang buruk". (Syaikh Muhammad bin Darwisy, Asná al-Mathálib, 234)
4. Membaca doa Nisfu Syaban
Ketika memasuki malam Nisfu Syaban, umat muslim bisa melafalkan doa Nisfu Syaban berikut:
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Allahumma ya dzal manni wa la yumannu 'alaik, ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thawli wal in'am, la ilaha illa anta zhahral lajin wa jaral mustajirin wa ma'manal kha'ifin.
Allahumma in kunta katabtani 'indaka fî ummil kitabi syaqiyyan aw mahruman aw muqtarran 'alayya fir rizqi, famhullahumma fî ummil kitabi syaqawati wa hirmani waqtitara rizqi, waktubni 'indaka sa'idan marzuqan muwaffaqan lil khairat.
Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal 'alâ lisâni nabiyyikal mursal, "yamhullâhu mâ yasyâ'u wa yutsbitu, wa 'indahû ummul kitâb" wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil 'alamîn.
Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.
Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.
Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar--di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauhul Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT."
5. Berzikir
Zikir merupakan amalan-amalan yang sangat dianjurkan pada malam Nisfu Syaban. Dengan berzikir dan berdoa, seseorang dapat memperoleh keberkahan, ampunan, serta berbagai kebaikan dari Allah SWT.
Zikir dan doa juga merupakan bentuk mengingat Allah dan memohon perlindungan serta petunjuk-Nya dalam menjalani hidup.
(fef)