Ini Aturan Berpakaian UTBK SNBT 2026, Awas Salah Kostum

CNN Indonesia
Senin, 20 Apr 2026 11:30 WIB
Peserta diminta mengenakan pakaian yang rapi, sopan, dan tertutup. Berikut standar dan aturan berpakaian yang sudah ditentukan untuk ikut UTBK SNBT 2026. (ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 digelar mulai besok, Selasa (21/4).

Selain mempersiapkan materi ujian, peserta juga perlu memperhatikan hal yang juga tak kalah penting, yaitu aturan berpakaian.

Peserta yang tidak sesuai aturan berpotensi mendapat teguran, bahkan bisa mengganggu kenyamanan saat ujian berlangsung. Karena itu, memahami apa yang boleh dan tidak boleh dipakai jadi bagian dari persiapan yang matang.

Berikut panduan lengkap aturan berpakaian hingga barang yang wajib dan dilarang dibawa saat UTBK SNBT 2026, berdasarkan informasi resmi dari Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).


Aturan berpakaian saat UTBK

Secara umum, peserta diminta mengenakan pakaian yang rapi, sopan, dan tertutup. Tidak harus seragam sekolah, tetapi tetap mengikuti standar yang sudah ditentukan.

Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan, merujuk informasi dari Instagram resmi SNPMB.


Pakaian yang tidak diperbolehkan

Selain aturan utama, ada juga larangan yang perlu diperhatikan agar tidak bermasalah saat hari ujian. Peserta tidak diperkenankan:


Dokumen yang wajib dibawa

Selain pakaian, peserta juga wajib membawa dokumen penting sebagai syarat mengikuti ujian. Tanpa dokumen ini, peserta bisa tidak diizinkan masuk ruang ujian.Dokumen yang perlu dibawa:

Pastikan semua dokumen sudah disiapkan sejak sehari sebelumnya untuk menghindari kepanikan di hari H.


Barang yang dilarang dibawa

Panitia UTBK juga menerapkan aturan ketat terkait barang bawaan. Tujuannya untuk menjaga integritas ujian dan mencegah kecurangan. Barang yang tidak boleh dibawa antara lain:


UTBK SNBT 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 21 April hingga 30 April 2026. Namun, di beberapa lokasi, jumlah sesi ujian ditambah menjadi 22 sesi sehingga pelaksanaan bisa diperpanjang hingga 2 Mei 2026.

Dengan jumlah peserta yang besar dan jadwal yang padat, kesiapan teknis seperti pakaian, dokumen, dan barang bawaan menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan.

(anm/fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK