8 Permainan Tradisional yang Bikin Anak Lupa Main Gadget

CNN Indonesia
Jumat, 26 Jun 2026 09:41 WIB
Permainan tradisional bisa jadi cara menyenangkan untuk mengurangi ketergantungan anak pada gadget sekaligus melatih motorik dan sosial. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, gadget telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak. Tak sedikit orang tua yang kemudian mencari cara untuk mengurangi waktu layar (screen time) anak tanpa harus memaksanya berhenti bermain.

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah mengenalkan permainan tradisional. Selain menyenangkan, permainan-permainan ini juga mendorong anak lebih aktif bergerak, berinteraksi dengan teman sebaya, dan mengeksplorasi lingkungan sekitar.

Padahal, masa kanak-kanak merupakan periode penting untuk mengembangkan kemampuan motorik, kreativitas, hingga keterampilan sosial. Karena itu, permainan tradisional dapat menjadi alternatif aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.

Berikut beberapa contoh permainan tradisional yang bisa dicoba agar anak tidak terus-menerus bermain gadget:

1. Petak umpet

Petak umpet merupakan salah satu permainan tradisional yang paling populer di Indonesia. Dalam permainan ini, anak-anak harus mencari tempat persembunyian terbaik sekaligus berusaha menemukan teman yang bersembunyi.

Permainan sederhana ini dapat melatih kemampuan berpikir strategis, meningkatkan konsentrasi, sekaligus membuat anak lebih aktif bergerak dibandingkan hanya duduk menatap layar.

2. Engklek

Engklek dimainkan dengan melompati kotak-kotak yang digambar di tanah menggunakan satu kaki. Meski terlihat sederhana, permainan ini membantu melatih keseimbangan tubuh, koordinasi gerak, dan fokus anak.

Aturannya yang mudah dipahami membuat engklek bisa dimainkan oleh anak-anak dari berbagai rentang usia.

3. Lompat tali

Lompat tali biasanya menggunakan rangkaian karet gelang yang disusun menjadi tali panjang. Pemain harus melompati tali yang ketinggiannya terus bertambah seiring jalannya permainan.

Aktivitas ini efektif melatih kelincahan, kekuatan otot kaki, serta daya tahan tubuh anak. Selain itu, permainan ini juga mengajarkan keberanian untuk mencoba tantangan baru.

4. Gobak sodor

Gobak sodor merupakan permainan beregu yang membutuhkan kerja sama dan strategi. Setiap tim harus berusaha melewati garis penjaga tanpa tersentuh lawan.

Karena dimainkan secara berkelompok, gobak sodor dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan menyusun strategi bersama teman-temannya.

5. Congklak

Congklak adalah permainan tradisional yang menggunakan papan berlubang dan biji-bijian kecil. Pemain harus memindahkan biji sesuai aturan tertentu untuk mengumpulkan poin terbanyak.

Permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membantu melatih kemampuan berhitung, konsentrasi, serta keterampilan memecahkan masalah.

6. Kelereng

Permainan kelereng mengandalkan ketepatan, fokus, dan strategi. Anak-anak harus menyentil kelereng ke arah target menggunakan teknik tertentu agar bisa memenangkan permainan.

Selain melatih koordinasi mata dan tangan, kelereng juga mengajarkan kesabaran serta kemampuan mengambil keputusan.

7. Bentengan

Bentengan dimainkan oleh dua kelompok yang saling berusaha merebut benteng lawan sambil mempertahankan benteng miliknya sendiri.

Permainan ini membutuhkan kecepatan, kecerdikan, serta kerja sama tim yang baik. Banyaknya aktivitas fisik yang terlibat membuat bentengan menjadi pilihan menarik untuk mengajak anak lebih aktif bergerak di luar ruangan.

8. Ular naga

Ular naga merupakan permainan kelompok yang dimainkan sambil bernyanyi. Anak-anak berbaris membentuk "ular" dan berjalan melewati gerbang yang dibuat oleh dua pemain lainnya.

Suasana permainan yang meriah membuat anak lebih mudah berinteraksi dengan teman sebaya. Selain itu, ular naga juga dapat melatih keberanian, kekompakan, dan kemampuan bersosialisasi.

(han/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK