81 Tahun Berlalu, Ini Sejarah Singkat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan pada 17 Agustus 1945. Simak selengkapnya sejarah proklamasi berikut ini.
Masyarakat Indonesia mengenal tanggal 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Setiap tahunnya, momen bersejarah ini diperingati dengan berbagai kegiatan, mulai dari upacara bendera hingga perlombaan yang melibatkan masyarakat.
Pada tahun 2026, Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81. Perjalanan lebih dari delapan dekade tersebut menjadi pengingat bila kemerdekaan diraih melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejarah proklamasi singkat
Agar makna peringatan kemerdekaan semakin dipahami, tidak ada salahnya mengenal kembali sejarah proklamasi. Pasalnya, peristiwa tersebut menjadi titik awal lahirnya Indonesia sebagai negara yang merdeka.
Sejarah dimulai sejak Perang Dunia II yang berlangsung sejak 1939. Perang ini mulai menunjukkan tanda-tanda akan berakhir pada Agustus 1945. Situasi di Indonesia pun berubah setelah tersiar kabar bahwa kota Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Sekutu.
Peristiwa itu membuat para tokoh pergerakan meyakini jika Jepang akan segera mengalami kekalahan. Kondisi ini pun dipandang sebagai kesempatan untuk memproklamasikan kemerdekaan sebelum bangsa Eropa kembali datang dan menjajah Indonesia.
Dalam upaya mempersiapkan kemerdekaan, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Dr. Rajiman Wedyodiningrat selaku pimpinan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) berangkat ke Dalat, Saigon.
Mereka bertemu dengan Panglima Tertinggi Tentara Jepang di Asia Tenggara, Hisaichi Terauchi, guna membahas perkembangan akhir Perang Dunia II.
Dalam pertemuan tersebut, Soekarno mengusulkan agar kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 25 Agustus 1945. Menanggapi usulan itu, Terauchi hanya menjawab, "terserah tuan-tuan saja". Pernyataan tersebut dipahami sebagai isyarat bahwa Jepang tidak akan menghalangi proses kemerdekaan Indonesia.
Rombongan Soekarno, Hatta, dan Rajiman kembali tiba di Jakarta pada 14 Agustus 1945. Keesokan harinya, pada 15 Agustus 1945, Jepang secara resmi menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.
Kabar penyerahan tersebut pertama kali didengar oleh Sutan Sjahrir melalui siaran radio luar negeri. Berita itu segera diketahui para tokoh pergerakan di Indonesia. Lalu, Sutan Syahrir mendesak Mohammad Hatta agar kemerdekaan segera diproklamasikan.
Ilustrasi sejarah proklamasi. (Museum Perumusan Naskah Proklamasi) |
Menurutnya, situasi politik berkembang sangat cepat sehingga Indonesia harus segera mengambil kesempatan tersebut. Andai terlalu lama menunggu, peluang meraih kemerdekaan dikhawatirkan akan hilang.
Gagasan itu kemudian mendapat dukungan dari banyak tokoh pergerakan, walau tetap diperlukan musyawarah untuk menyatukan keputusan.
Sementara para pemuda juga menginginkan agar proklamasi segera dilaksanakan tanpa menunggu keputusan Jepang. Pada 16 Agustus 1945, para pemuda membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok untuk menjauhkan mereka dari pengaruh tentara Jepang sekaligus mendesak agar proklamasi segera dilakukan.
Setelah kembali dari Rengasdengklok, Soekarno, melalui Ahmad Soebardjo, menghubungi para anggota PPKI untuk mengadakan rapat darurat di rumah Laksamana Maeda.
Rumah tersebut dipilih karena saat itu Jakarta sedang memberlakukan jam malam sehingga rapat di tempat umum sulit dilakukan.
Lihat Juga : |
Rapat darurat yang berlangsung pada malam 16 Agustus 1945 menghasilkan kesepakatan, jika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan keesokan harinya, yaitu 17 Agustus 1945.
Dalam rapat itu diputuskan pula bila teks proklamasi ditandatangani oleh Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia.
Akhirnya, pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan.
Peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia disaksikan oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh pergerakan, pemuda, hingga masyarakat umum, sekaligus menjadi penanda lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Itulah sejarah proklamasi Republik Indonesia yang lengkap dan singkat. Semoga bermanfaat!
(san/asr)

