Mengenal Jenis-jenis Hutan di Indonesia dan Ciri-cirinya

CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 10:00 WIB
Indonesia memiliki banyak hutan dengan bentuk dan karakter beragam.
Ilustrasi. Indonesia memiliki banyak hutan dengan bentuk dan karakter beragam. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia punya hutan dengan bentuk dan karakter yang beragam. Ada hutan yang dipenuhi pepohonan tinggi di dataran rendah, hutan mangrove yang tumbuh di tepi laut, sampai hutan pegunungan yang udaranya lebih sejuk dengan vegetasi berbeda.

Perbedaan kondisi tanah, ketinggian, curah hujan, hingga ketersediaan air membuat setiap kawasan bisa memiliki jenis vegetasi yang berbeda.

Jadi, hutan di satu wilayah belum tentu punya karakter yang sama dengan hutan di wilayah lainnya. Lantas, apa saja jenis hutan yang bisa ditemukan di Indonesia?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Hutan hujan tropis

Kalau membayangkan hutan Indonesia, hutan hujan tropis mungkin menjadi salah satu gambaran yang paling mudah muncul. Vegetasinya rapat, pepohonannya beragam, dan kawasan ini menjadi habitat bagi banyak jenis satwa dan tumbuhan.

Mengutip laman Kementerian Pertanian, hutan hujan tropis dapat ditemukan mulai di dataran rendah hingga kawasan pegunungan.

2. Hutan mangrove

Berbeda dengan hutan hujan tropis, mangrove justru akrab dengan kawasan pesisir. Hutan mangrove tumbuh di wilayah yang dipengaruhi pasang-surut air laut, terutama di sekitar muara dan kawasan berlumpur.

Akar-akar pohonnya yang khas membantu tumbuhan bertahan di lingkungan yang tergenang dan memiliki kadar garam tertentu.

Hutan mangrove dapat ditemukan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Papua, hingga pulau-pulau kecil.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) juga membedakan mangrove sebagai salah satu tipe komunitas vegetasi tersendiri dalam inventarisasi keanekaragaman hayati.

3. Hutan rawa

Sesuai namanya, hutan rawa tumbuh di kawasan dengan kondisi tanah yang basah dan tergenang, baik secara permanen maupun pada waktu tertentu. Kondisi air tersebut membuat tumbuhan yang hidup di dalamnya memiliki karakter dan kemampuan adaptasi yang berbeda dari tumbuhan di hutan daratan yang lebih kering.

Hutan rawa juga tidak selalu sama dengan hutan rawa gambut. Keduanya memang sama-sama berada di lingkungan basah, tetapi hutan rawa gambut tumbuh di atas lapisan gambut yang terbentuk dari penumpukan sisa tumbuhan dalam kondisi jenuh air. Hutan rawa sebagai salah satu tipe ekosistem tersendiri dalam klasifikasi vegetasi Indonesia.

4. Hutan rawa gambut

Kalau hutan rawa berkaitan erat dengan kondisi tergenang, hutan rawa gambut memiliki ciri tambahan berupa tanah gambut.

Gambut terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang menumpuk selama waktu yang panjang dalam kondisi minim oksigen dan jenuh air. Karena proses penguraiannya berlangsung lambat, lapisan bahan organik tersebut dapat menumpuk dan membentuk tanah gambut.

Indonesia memiliki kawasan gambut yang luas, terutama di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

5. Hutan Dipterokarpa

Ilustrasi hutanIlustrasi. Jenis-jenis hutan di Indonesia. (Daria Nepriakhina)

Kalau beberapa jenis hutan dibedakan berdasarkan kondisi lingkungan, hutan Dipterokarpa lebih berkaitan dengan jenis pohon yang mendominasi kawasan tersebut. Dipterokarpa merupakan kelompok tumbuhan dari famili Dipterocarpaceae.

Di dalamnya terdapat berbagai jenis pohon besar, termasuk dari marga Shorea, Dipterocarpus, dan Hopea.

6. Hutan kerangas

Hutan kerangas mungkin belum sepopuler hutan hujan tropis atau mangrove. Tipe hutan ini tumbuh pada kondisi tanah yang relatif miskin unsur hara, umumnya berupa tanah berpasir dan memiliki kandungan bahan organik yang rendah.

Kondisi tersebut membuat tidak semua jenis tumbuhan dapat tumbuh dengan mudah di dalamnya. Vegetasi yang bertahan biasanya memiliki kemampuan beradaptasi dengan kondisi tanah yang kurang subur.

KLH memasukkan hutan kerangas sebagai salah satu tipe ekosistem hutan dalam inventarisasi kawasan konservasi. Tipe hutan ini banyak dikenal di Kalimantan dan sebagian Sumatra.

7. Hutan pantai

Hutan pantai sama-sama berada dekat laut, tetapi tidak berarti semua hutan di pesisir merupakan mangrove. Hutan pantai tumbuh di daratan yang berbatasan dengan laut, terutama pada bagian pantai yang lebih tinggi dan tidak secara rutin tergenang air laut akibat pasang.

Karena kondisi lingkungannya berbeda, vegetasi hutan pantai juga berbeda dari mangrove.

8. Hutan pegunungan

Naik ke wilayah yang lebih tinggi, hutan Indonesia kembali menunjukkan karakter yang berbeda. Perubahan ketinggian membuat suhu, kelembapan, kondisi tanah, dan komposisi tumbuhan ikut berubah.

Karena itu, hutan pegunungan dapat dibedakan lagi berdasarkan elevasinya, mulai dari pegunungan bawah hingga pegunungan atas.

Gambaran perubahan tersebut dapat ditemukan di Taman Nasional Kerinci Seblat. Kawasan ini memiliki hutan mulai dari dataran rendah hingga hutan pegunungan dengan komposisi vegetasi yang berubah mengikuti ketinggian.

9. Hutan musim

Seorang warga mengamati pohon Binuang Laki berukuran besar di Hutan Hujan Tropis Kahung, Desa Belangian, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (21/8/2024). Hutan tersebut  memiliki kaeanekaragaman hayati khas Pegunungan Meratus seperti pohon Binuang Laki, Beringin yang berukuran besar dan aneka jenis jamur serta terdapat fenomena kejadian bumi (geologi) yang telah ditetapkan menjadi salah satu situs Geopark Meratus untuk diajukan ke UNESCO Global Geopark (UGG). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.Ilustrasi. Jenis-jenis hutan di Indonesia. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Tidak semua wilayah Indonesia memiliki hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Di daerah yang mengalami musim kering cukup panjang, terdapat hutan musim.

Pada kondisi tertentu, sebagian pohonnya dapat menggugurkan daun untuk mengurangi kehilangan air.

Hutan jenis ini banyak berkaitan dengan wilayah Indonesia yang memiliki kondisi lebih kering, seperti sebagian Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

Kementerian Pertanian dalam literatur mengenai vegetasi dan iklim Indonesia juga mencatat adanya vegetasi hutan yang beradaptasi dengan kondisi iklim tropis dengan pola musim kering dan basah.

Tidak ada satu angka pasti yang bisa digunakan untuk menyebut jumlah jenis hutan di Indonesia. Sebab, pengelompokan hutan bisa dilakukan berdasarkan berbagai hal.

Ada yang melihat jenis vegetasi yang mendominasi, ada yang menggunakan ketinggian tempat, kondisi tanah, curah hujan, hingga kondisi hidrologis suatu wilayah.

Dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan memiliki bentang alam yang beragam, perbedaan tersebut menjadi bagian dari kekayaan ekosistem hutan Indonesia.

(anm/asr)
placeholder