Contoh Teks Khutbah Sholat Istisqo Minta Hujan

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 05:50 WIB
Dalam pelaksanaan sholat istisqo, imam menyampaikan khutbah di hadapan jemaah. Berikut contoh teks khutbah sholat istisqo minta hujan.
Ilustrasi. Dalam pelaksanaan sholat istisqo, imam menyampaikan khutbah di hadapan jemaah. Berikut contoh teks khutbah sholat istisqo minta hujan. (ANTARA FOTO/AMPELSA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dalam pelaksanaan Sholat Istisqo, imam menyampaikan khutbah di hadapan jemaah. Berikut contoh teks khutbah Sholat Istisqo yang dapat digunakan.

Sholat Istisqo adalah sholat sunnah muakkad untuk untuk memohon agar Allah SWT menurunkan hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Praktik sholat Istisqo sudah dilakukan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Adapun pelaksanaan sholat istisqo dilakukan pada waktu seperti pelaksanaan Sholat Ied.


Teks khutbah sholat istisqo

Khutbah sholat istisqo sama dengan khutbah Sholat Jumat atau Sholat Id, hanya saja disampaikan setelah sholat. Pada khutbah pertama diawali dengan membaca istighfar sebanyak 9 kali dan 7 kali pada awal khutbah kedua.

Berikut ini contoh teks khutbah Sholat Istisqo seperti dikutip dari NU Online.

Tema khutbah sholat istisqo: Jagat Terus Dirawat, Air Terus Mengalir

Ma'asyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah,

Segala puji mari kita panjatkan atas kehadirat Allah,atas kemurahan kasih sayang-Nyalah, kita masih dikaruniai umur panjang dan kesehatan sehingga kita masih bisa bermunajat  untuk mengharap turunnya hujan untuk keberlanjutan kehidupan bumi.

Sholawat serta salam tak lupa kita lantunkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan kita untuk senantiasa berbuat baik kepada alam dan semua makhluk ciptaan Allah.

Manusia ditakdirkan Allah untuk menjadi khalifah di bumi. Dalam misi tersebut, kita diingatkan oleh Allah untuk tidak berbuat kerusakan. Seperti yang terdapat dalam firman-Nya di Surat Al-A'raf ayat 56:


وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: "Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik."

Tak hanya itu saja, dalam firman-Nya yang lain, bahkan Allah sudah sudah mengingatkan dampak yang terjadi jika manusia berbuat kerusakan di darat dan laut. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam QS Ar-Rum ayat 41:


ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Artinya: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

Ma'asyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah,

Harusnya ini bisa menjadi bahan muhasabah kita semua, bagaimanakah kondisi lingkungan kita kini? Apakah kita sudah dengan baik menjaganya? Atau justru kerusakan sudah terlihat dan dampak buruknya sudah kita rasakan?

Saat ini siklus musim penghujan dan musim kemarau makin sulit diprediksi. Suhu panas bumi semakin tinggi akibat dari semakin gundulnya hutan dan tandusnya lahan dampak penebangan pohon secara masif dan sembarangan. Belum lagi beberapa waktu terakhir ini terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda di beberapa wilayah di Indonesia.

Ma'asyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah,

Pada momentum ini, mari kita merenung, beristighfar, dan bertaubat kepada Allah atas segala kesalahan kita, atas kelalaian kita dalam menjaga lingkungan.

Istighfar dan bertaubat menjadi salah satu wasilah keberkahan turunnya air hujan dari langit sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat Nuh ayat 10-11:


فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ

Artinya: "Lalu, aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu."


اللهمّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا سَرِيْعًا مَرِيْعًا غَدَقًا طَبَقًا، عَاجِلًا غَيْرَ رَائِفٍ، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ تَمْلَأُ بِهِ الضَّرْعُ، وَيَنْبُتُ بِهِ الزَّرْعُ وَتُحْيِي بِهِ الْأَرْضُ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرِجُوْنَ

"Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang merata, segera, menyuburkan, lebat, merata, segera tanpa kelambatan, bermanfaat tanpa bahaya. Hujan yang dapat memenuhkan ambing (kantong kelenjar) susu binatang ternak, yang menumbuhkan tanaman, yang menghidupkan tanah setelah mati (karena kekeringan)."

اللهمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا, نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ أٰجِلٍ

"Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda."

Demikianlah contoh teks khutbah Sholat Istisqo yang dapat dijadikan referensi.

(ahd/fef)
placeholder