Cara Mandi Wajib Setelah Haid, Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya
Setiap muslimah wajib mengetahui cara mandi wajib setelah haid. Mulai dari niat hingga tata caranya harus dipahami dengan baik demi menghilangkan hadas besar untuk kembali menjalankan ibadah yang sebelumnya tidak diperbolehkan selama masa haid.
Haid merupakan siklus bulanan yang dialami perempuan dan termasuk salah satu kondisi yang menyebabkan hadas besar. Berbeda dari mandi biasa, mandi wajib memiliki rukun yang harus dipenuhi agar proses bersuci tersebut dianggap sah.
Haid tergolong sebagai hadas besar dalam Islam
Dalam fikih, terdapat dua jenis hadas yang biasa terjadi pada seseorang, yaitu hadas kecil dan hadas besar. Hadas kecil dapat disucikan dengan berwudu, sedangkan hadas besar disucikan dengan mandi besar.
Adapun haid termasuk salah satu kondisi yang menyebabkan hadas besar, sama seperti nifas, melahirkan, keluar sperma, dan bersetubuh. Karena itu, untuk menyucikan diri dari kondisi ini seseorang harus mandi besar.
Melansir penjelasan di laman NU Online, Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami dalam kitab Safînatun Najâ menyebutkan bahwa rukun mandi besar ada dua, yaitu niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.
Kedua rukun tersebut harus terpenuhi dengan sempurkan karena jika tidak, mandi besar belum dianggap sah dan seseorang masih berada dalam keadaan berhadas besar. Akibatnya, ibadah yang dilakukan tidak akan diterima.
Lihat Juga : |
Cara mandi wajib setelah haid
Rukun pertama dalam mandi wajib adalah niat. Kamu harus melafalkan bacaan niat di dalam hati bersamaan dengan basuhan pertama pada anggota tubuh yang wajib dibasuh.
Bacaan lengkap niat mandi wajib setelah haid adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar disebabkan haid karena Allah Ta'ala."
Niat harus dilakukan bersamaan dengan basuhan pertama pada tubuh. Namun, basuhan pertama ini dapat dimulai dari bagian tubuh mana saja, baik atas, tengah, maupun bawah.
Jika ada bagian yang dibasuh sebelum niat, bagian tersebut perlu dibasuh kembali setelah niat dilakukan.
Selanjutnya, rukun kedua adalah meratakan air ke seluruh bagian luar tubuh. Tidak boleh ada bagian tubuh yang tertinggal dan belum terkena air karena hal tersebut dapat membuat mandi wajib tidak sah.
Agar seluruh bagian tubuh benar-benar basah, baiknya mandi wajib dilakukan dengan teliti dan tidak terburu-buru.
Perhatikan area sela-sela kuku, bagian belakang dan lekukan telinga, selangkangan, sela-sela antara kedua pantat, hingga kulit di bawah payudara.
Pasalnya, area lipatan pada tubuh biasanya kerap terlewat sehingga basuhan air berisiko tidak merata. Pastikan juga air benar-benar mencapai kulit kepala, terlebih jika kamu memiliki rambut yang tebal.
Setelah mengikuti cara mandi wajib setelah haid dengan baik, barulah kondisimu dianggap kembali suci dari hadas besar. Dengan begitu, kamu bisa kembali beribadah wajib seperti menjalankan sholat dan puasa.
(han/fef)