Apakah Shalat Istisqa Ada Adzan? Ini Hukum dan Tata Caranya

CNN Indonesia
Jumat, 23 Okt 2026 05:20 WIB
Apakah shalat Istisqa ada adzan dan iqamah?
Ilustrasi. Apakah shalat Istisqa ada adzan dan iqamah? Shalat Istisqa tidak menggunakan adzan dan iqamah. (REUTERS/Victor Fidelis Sentosa)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketika kemarau panjang membuat persediaan air semakin menipis, umat Islam dapat memohon turunnya hujan melalui shalat Istisqa. Namun, apakah shalat Istisqa ada adzan seperti shalat wajib yang biasa dilaksanakan di masjid? Shalat Istisqa tidak menggunakan adzan maupun iqamah.

Sebagian orang mengharapkan hujan segera turun. Kondisi cuaca semakin panas, kekeringan di mana-mana, lalu kebakaran hutan dan lahan menjadikan hujan sebagai salah satu solusi. Islam mengenal shalat Istisqa sebagai salah satu sarana memohon pada Allah SWT agar hujan turun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Shalat Istisqa berbeda dengan shalat lima waktu atau shalat lain. Perbedaan ini  mulai dari jumlah rakaat hingga pelaksanaan khutbah. Ibadah ini juga mengajarkan umat Islam untuk memperbanyak istighfar dan memohon pertolongan Allah SWT dengan penuh kerendahan hati. 

Apakah shalat Istisqa ada adzan?

Shalat Istisqa tidak menggunakan adzan maupun iqamah. Adapun imam langsung mengajak jamaah melaksanakan shalat sesuai tata cara yang telah diajarkan dalam Islam.

Hukumnya adalah sunnah muakkad, yaitu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, terutama ketika masyarakat mengalami kekurangan air akibat hujan yang tidak kunjung turun.

Kapan shalat Istisqa dilaksanakan?

Berbeda dengan shalat wajib yang memiliki jadwal harian, shalat Istisqa dilaksanakan ketika masyarakat membutuhkan hujan. Waktu yang dianjurkan adalah pagi hari, sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit, menyerupai waktu pelaksanaan shalat Id.

Shalat ini dianjurkan dilakukan secara berjamaah di lapangan terbuka agar masyarakat dapat berkumpul dan berdoa bersama.

Tata cara shalat Istisqa

Pelaksanaan shalat Istisqa terdiri atas dua rakaat, kemudian dilanjutkan dengan khutbah. Berikut urutannya.

  1. Melakukan persiapan: Umat Islam dianjurkan bertaubat, memperbanyak istighfar, bersedekah, dan merendahkan diri kepada Allah SWT.
  2. Melaksanakan shalat dua rakaat: Pada rakaat pertama, lakukan tujuh takbir, sedangkan pada rakaat kedua lakukan lima takbir tambahan sebelum membaca Al-Fatihah.
  3. Mendengarkan khutbah: Imam menyampaikan dua khutbah setelah shalat.
  4. Membalik posisi selendang: Dalam rangkaian khutbah, imam membalik posisi selendang sebagai simbol harapan agar keadaan berubah dari kekeringan menuju kelapangan.
  5. Memperbanyak doa: Jamaah memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa manfaat.

Doa setelah shalat Istisqa

Kekeringan Subang.Ilustrasi. Shalat Istisqa jadi salah satu sarana memohon pada Allah SWT agar hujan turun. Apakah shalat Istisqa ada adzan dan iqamah? Shalat Istisqa tidak menggunakan adzan dan iqamah. (Dian Firmansyah)

Salah satu doa yang dapat dibaca untuk memohon hujan adalah:


اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا مَرِيئًا غَدَقًا مُجَلِّلًا سَحًّا عَامًّا طَبَقًا دَائِمًا

Allaahummasqinaa ghaytsan mughiitsan hanii'an marii'an ghadaqan mujallilan sahhan 'aaman thabaqan daa'iman.

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyenangkan, menyehatkan, deras, merata, menyeluruh, berlimpah, dan berkesinambungan." (HR. Abu Dawud)

Jadi, shalat Istisqa tidak menggunakan adzan dan iqamah. Shalat sunnah dua rakaat ini dianjurkan ketika masyarakat membutuhkan hujan, kemudian dilanjutkan dengan khutbah dan doa.

Selain beribadah bersama, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar, bertaubat, dan bersedekah sebagai bentuk ikhtiar memohon rahmat Allah SWT.

(gas/els)
placeholder