Mengapa Bahasa Indonesia yang Dipilih Menjadi Bahasa Nasional?

CNN Indonesia
Rabu, 28 Okt 2026 07:00 WIB
Mengapa bahasa Indonesia dipilih sebagai bahasa nasional, bukan bahasa daerah atau bahasa Belanda yang pernah menjajah Indonesia?
Bahasa Indonesia dipilih sebagai bahasa nasional karena sejarah bahasa Melayu, kemudahan penggunaan, dan perannya dalam menyatukan masyarakat. (CNNIndonesia/Adi Ibrahim)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah keberagaman suku dan bahasa di Nusantara, diperlukan bahasa yang dapat menyatukan masyarakat. Pemilihan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pun bukan tanpa alasan.

Lantas, mengapa bahasa Indonesia yang dipilih menjadi bahasa nasional, alih-alih memilih bahasa daerah sebagai bahasa persatuan atau mungkin bahasa Belanda yang digunakan para penjajah di masa kolonial selama ratusan tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawabannya berkaitan dengan sejarah, kemudahan penggunaan, dan perjuangan membangun persatuan bangsa. Bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu yang telah lama digunakan sebagai sarana perdagangan dan komunikasi antardaerah di Nusantara.

Pemilihan bahasa Indonesia juga menjadi langkah penting untuk menyatukan masyarakat tanpa mengutamakan satu kelompok etnis tertentu.

Untuk memahami alasannya, simak sejarah dan faktor yang melatarbelakangi penetapan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional berikut ini.

Mengapa Bahasa Indonesia dipilih menjadi bahasa nasional?

Menurut buku Terampil Berbahasa Indonesia karya Ernawati Br Barus (2024) dan penelitian Nur Hakima dkk. dalam Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa (2026), pemilihan bahasa Indonesia berkaitan erat dengan sejarah bahasa Melayu dan kebutuhan bangsa akan bahasa persatuan.

Berikut sejumlah alasan bahasa Indonesia dipilih sebagai bahasa nasional.

1. Bahasa Melayu telah digunakan sebagai bahasa penghubung

Jauh sebelum Indonesia merdeka, bahasa Melayu telah digunakan sebagai lingua franca, yaitu bahasa penghubung bagi kelompok masyarakat yang memiliki bahasa berbeda. Para pedagang, penduduk antarpulau, dan pendatang dari luar Nusantara memanfaatkan bahasa ini untuk berkomunikasi.

Prasasti Kedukan Bukit dan Talang Tuwo dari abad ke-7 menjadi bukti penggunaan bahasa Melayu pada masa Kerajaan Sriwijaya. Peran tersebut membuat bahasa Melayu memiliki landasan kuat untuk dikembangkan sebagai bahasa nasional.

2. Tidak mendominasi kelompok etnis tertentu

Bahasa Melayu tidak memiliki jumlah penutur sebanyak bahasa Jawa yang digunakan oleh masyarakat dari kelompok etnis terbesar di Indonesia. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih bahasa persatuan.

Penggunaan bahasa Melayu memberi ruang bagi berbagai kelompok etnis untuk berkomunikasi tanpa menempatkan bahasa kelompok tertentu sebagai bahasa utama bangsa. Dengan demikian, pemilihannya mendukung semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

3. Relatif mudah dipelajari

Dibandingkan dengan sejumlah bahasa yang memiliki sistem tingkatan tutur atau aturan penggunaan yang lebih kompleks, bahasa Melayu dinilai relatif mudah dipelajari oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.

Karakteristik tersebut membantu masyarakat menggunakan bahasa yang sama untuk berkomunikasi. Kemudahan ini juga mendukung penyebaran bahasa Melayu ke berbagai wilayah Nusantara.

4. Memiliki sejarah penggunaan yang luas

Bahasa Melayu berkembang melalui perdagangan, pendidikan, sastra, dan hubungan antarkerajaan. Kosakatanya juga diperkaya melalui interaksi dengan bahasa lain, seperti Sanskerta, Arab, Portugis, Belanda, dan Tionghoa.

Perkembangan tersebut membuat bahasa Melayu memiliki jangkauan penggunaan yang luas. Hal ini menjadi modal penting bagi bahasa Melayu untuk beradaptasi dengan kebutuhan komunikasi masyarakat yang semakin beragam.

5. Menjadi simbol persatuan dalam Sumpah Pemuda

Pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai daerah mengikrarkan Sumpah Pemuda. Salah satu ikrarnya menegaskan bahwa mereka menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah bahasa Indonesia. Bahasa tidak lagi sekadar menjadi alat komunikasi, tetapi juga simbol identitas dan perjuangan bersama untuk mencapai kemerdekaan.

Melalui Sumpah Pemuda, bahasa Indonesia semakin ditegaskan sebagai pemersatu masyarakat yang memiliki latar belakang suku, budaya, dan bahasa daerah berbeda.

Kapan Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa negara?

Bahasa Indonesia memperoleh kedudukan sebagai bahasa negara setelah Indonesia merdeka. Pada 18 Agustus 1945, sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan, Undang-Undang Dasar 1945 disahkan.

Pasal 36 UUD 1945 menyatakan bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia.

Sejak saat itu, bahasa Indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa resmi negara yang digunakan dalam pemerintahan, pendidikan, administrasi, dan berbagai kegiatan resmi lainnya.

Jadi, mengapa bahasa Indonesia yang dipilih menjadi bahasa nasional? Pemilihannya berkaitan dengan peran bahasa Melayu sebagai bahasa penghubung, kemudahan untuk dipelajari, luasnya penggunaan, serta kemampuannya menjadi simbol persatuan tanpa mengutamakan satu kelompok etnis tertentu.

Pemilihan tersebut ditegaskan melalui Sumpah Pemuda pada 1928 dan diperkuat setelah kemerdekaan melalui UUD 1945.

Hingga kini, bahasa Indonesia berperan penting dalam menjaga komunikasi antarmasyarakat sekaligus memperkuat identitas nasional di tengah keberagaman bahasa daerah.

(gas/tis)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA