Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik menjelaskan beberapa kelebihan panas bumi ketimbang energi fosil seperti minyak dan gas bumi.
Pertama, pemanfataan panas bumi dapat mengurangi konsumsi minyak nasional. Sebab energi ini memiliki daya konsumsi 1,5 juta barel, tiap harinya Indonesia harus mengimpor sekitar 650 ribu barel minyak dari sejumlah negara. Dengan memanfaatkan Panas Bumi, Jero bilang, Indonesia dapat menekan besaran impor minyak yang selama ini menjadi penyebab defisit neraca perdagangan. "Soalnya panas bumi itu produk kita, bukan produk impor," kata Jero usai Paripurna UU Panas Bumi di Jakarta, Selasa (26/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, proses eksplorasi panas bumi dinilai ramah lingkungan karena bebas karbondioksida. Ini berbeda dengan eksplorasi minyak dan gas bumi yang mengandung banyak risiko dan kerap mengakibatkan pencemaran. Dengan demikian, pemanfaatan panas bumi dinilai lebih efisien ketimbang energi lain.
Adapun kelebihan keempat, panas bumi merupakan energi terbarukan yang potensinya tidak akan pernah habis. "Jadi sampai kapanpun (energi panas bumi) akan terus ada. Dan, kita tidak perlu lagi impor," ujar Jero.