Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Sutarman mengungkapkan ada bank-bank tertentu yang dinilai rawan, sehingga Polri menempatkan personil di wilayah tersebut.
"Untuk mengatasi kejahatan perbankan yang konvensional tidak terlalu sulit, sebanyak 80 persen dari tindak kejahatan bank sudah terungkap," kata Sutarman di Gedung Bank Indonesia, Senin (1/9).
Dia menghimbau agar bank juga menempatkan pengawas keamanan di masing-masing lokasi transaksi perbankan, sebab pihak kepolisian tidak mampu menjaga seluruh bank yang ada di Indonesia. "Bank juga harus memasang CCTV sebagai aspek preventif," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menegaskan pihak kepolisian mampu melacak transaksi yang meragukan melalui laboratorium cyber. Namun bank juga harus melakukan pengamanan IT dengan cara sering mengganti kode pengamanan.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menghimbau perbankan untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keamanannya baik sistem IT maupun nasabahnya. Bank sentral dan Polri juga bekerjasama untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan perbankan. "Misalkan ada pelanggaran, penipuan, pembobolan, kami akan kerjasama dengan Polri termasuk transaksi pembayaran melalui kartu apakah melalui ATM, kartu kredit atau e-money," tutur dia.