Direktur Pengusahaan PGN Jobi Triananda mengatakan ketidaksuksesan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) salah satunya disebabkan belum tersedianya SPBG di pusat-pusat kota. "PGN dan Pertamina kan punya pemerintah, biarkan pemerintah yang mengatur itu," katanya di Jakarta, kemarin.
Tak hanya SPBU milik Pertamina, dia mencatat hampir 50 persen pemilik SPBU dikuasai swasta. Menurut dia, keengganan swasta masuk ke bisnis SPBG karena dianggap tidak memberikan nilai keekonomian seperti yang diperoleh dari bisnis SPBU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika keberadaan SPBG mudah dicapai masyarakat, dia optimistis upaya pemerintah mengonversi BBM ke BBG lebih sukses. Sebab memasarkan alat converter kit juga tidak mudah jika stasiun pengisian gasnya masih minim.
Jobi menambahkan, jika harga BBM naik dia optimistis masyarakat lebih banyak beralih ke BBG jika disediakan SPBG yang memadai. Saat ini, dia mengaku lebih banyak melayani angkutan umum. Terlebih, pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang meminta transportasi Jakarta harus menggunakan BBG, maka permintaan dipastikan akan semakin besar. Saat ini, volume penyaluran bahan bakar gas oleh PGN sebanyak 4 juta meter kubik per hari atau setara dengan 2 juta liter BBM. "Itu baru suply untuk Transjakarta, taxi, bajaj, masih sebagian kecil, kalau demand nya meningkat kami akan sediakan lebih banyak lagi," kata Jobi.